Sakralitas Tari Pada Novel “Jejak Dedari “ Karya Erwin Ernada (Kajian Antropologi Sastra)

Sri Widiawati, . (2018) Sakralitas Tari Pada Novel “Jejak Dedari “ Karya Erwin Ernada (Kajian Antropologi Sastra). Universitas Pamulang, Tangerang Selatan.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (773kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (220kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (262kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (157kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (564kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (92kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (227kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan tari sebagai simbol kesakralan, ketentraman, dan keselamatan; (2) mendeskripsikan bagaimana sakralitas tari itu dijaga oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitattif. Objek yang diteliti dalam penelitian adalah tarian sanghyang yang disucikan dan dianggap sakral oleh masyarakat 1. Tahap pengumpulan data, penulis menggunakan metode atau langkah-langkah seperti membaca dengan cerma novel dari awal sampai akhirt, 2. Membaca ulang novel untuk menguatkan data, 3. Memilih data tulis dalam penelitian ini, 4. Memindahkan data tulis kedalam catatan data, 5. Memindai intisari data yang telah dipilih, 6.mencatat keterkaitan data atara data satu dengan data lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tarian sakral yang digambarkan pada novel Jejak Dedari karya Erwin Ernada merupakan gambaran langsung dari kehidupan masyarakat aslinya. Berdasarkan analisis data, diperoleh simpulan : (1) wujud budaya dalam novel Jejak Dedari karya Erwin Ernada merupakan perwujudan dari budaya yang dihadirkan dalam novelnya merupakan budaya Bali. Budaya Bali merupakan budaya yang penuh dengan sakralitas. (2) tari Sanghyang Dedari dijadikan sebagai simbol sakralitas karena tarian tersebut bukanlah tarian yang sembarangan. (3) tari Sanghynag Dedari sebagai simbol ketentaman karena dengan tarian tersebut masyarakat tidak lagi memandang sebelah mata. (4) tari tersebut juga menjadi simbol keselamtan bagi penarinya karena dengan menarikan tari Sanghyang Dedari akan dilindungi Desa akibat telah menyelamatkannya dari malapetaka dan penderitaan. Dari penelitian tersebut peneliti dapat menyimpulkan bahwa tari Sanghyang Dedari merupakan tarian yang perlu di lestarikan, karena tari tersebut mempunyai kesakralan yang mampu berpengaruh bagi masyarakat. (5) kesakralan tari Sanghyang tetap dijaga oleh masyarakat Bali agar tari tersebut tetap terjaga kemurniannya dan tidak pudar fungsinya. Kata kunci : Identitas Sastra, Sakralitas

Item Type: Other
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General)
Depositing User: Andika Rizky Nugraha
Date Deposited: 22 Apr 2019 12:58
Last Modified: 22 Apr 2019 12:58
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/6509

Actions (login required)

View Item View Item