Tindak Pidana Pemerasan Yang Dilakukan Secara Bersama-Sama Dengan Pengancaman Kekerasan ditinjau Dari Pasal 368 Ayat (1) Kuhp (Analisis Putusan Nomor 211/Pid.B/2013/Pn.Jk.Sel)

Esti Puspita L.A, . (2016) Tindak Pidana Pemerasan Yang Dilakukan Secara Bersama-Sama Dengan Pengancaman Kekerasan ditinjau Dari Pasal 368 Ayat (1) Kuhp (Analisis Putusan Nomor 211/Pid.B/2013/Pn.Jk.Sel). Universitas Pamulang, Tangerang Selatan.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (831kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (258kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (329kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (309kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (222kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (92kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (382kB)

Abstract

Esti Puspita L.A, 2012020417, Tindak Pidana Pemerasan Yang Dilakukan Secara Bersama-Sama Dengan Pengancaman Kekerasan Ditinjau Dari Pasal 368 Ayat (1) KUHP (Analis Putusan Nomor 211/Pid.B/2013/PN.Jk.Sel) Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan hukum pidana materiil terhadap tindak pidana pemerasan yang dilakukan secara bersama-sama dalam kasus nomor211/Pid.B/2013/PN.Jk.Sel., mengetahui pertimbangan hukum oleh hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa. Penelitian ini dilakukan dijakarta selatan yang lokasi penelitiannya bertempat di Kantor Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan mengadakan wawancara kepada pihak yang terkait yang menangani secara langsung kasus penganiayaan yang dimaksud serta menelaah dokumen-dokumen yang berkaitan dengan kasus yang diteliti. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa : 1). Penerapan hukum pidana terhadap delik pemerasan yang dilakukan secara bersama-sama dalam kasus nomor 211/Pid.B/2013/PN.Jk.Sel. Sudah tepat, karena perbuatan terdakwa lebih memenuhi unsur pasal 368 ayat (1) KUHP, Jo. Pasal55 ayat (1) KUHP dan Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang darurat nomor 12/Drt/1951 tentang penguasaan tanpa hak senjata api dan senjata tajamsebagaimana yang menjadi surat dakwaan subsidair oleh jaksa penuntut umum. Serta memandang pasal 365 ayat (1) dan (2) KUHP yakni mengatur tentang pencurian yang disertai dengan kekerasan /ancaman kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama,oleh karena majelis hakim lebih berpandangan bahwa perbuata terdakwa kurang mencocoki unsur dari delik yang dimaksud. Dengan memperhatikan pula hal-hal apa saja yang menjadi bahan pertimbangan majelis hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap terdakwa pun sudah sangat bersesuaian dengan tindak pidana yang telah dilakukan oleh terdakwa. Dengan melihat secara keseluruhan dari rangkaian tindakan terdakwa, alat-alat bukti dipersidangan, kesaksian para korban, dan saksi lainnya, petunjuk berdasarkan penguasaan dan barang hasil rampasan terdakwa bersama rekannya serta keterangan terdakwa yang kemudian membenarkan membenarkan serangkaian perbuatan yang telahh dilakukan olehnya bersama rekannya, surat dakwaan sebagaimana yang telah diajukan oleh jaksa penuntut hukum hingga putusan majelis hakim menjatuhkan vonis 12 (dua belas) bulan penjara sudah sangat sepadan dengan tidakan yang dilakukan para terdakwa.

Item Type: Other
Subjects: K Law > K Law (General)
Depositing User: Rizdwan Gunawan
Date Deposited: 17 Oct 2018 01:34
Last Modified: 17 Oct 2018 01:34
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/5921

Actions (login required)

View Item View Item