Analisis Potensi Bahaya Kebakaran Pada Area Warehouse Chemical Dengan Metode Fire Risk Assessment Dan Integrated Safety Management Di Pt. Elangperdana Tyre Industry

Sayudi Saleh, . (2026) Analisis Potensi Bahaya Kebakaran Pada Area Warehouse Chemical Dengan Metode Fire Risk Assessment Dan Integrated Safety Management Di Pt. Elangperdana Tyre Industry. Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (770kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (135kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (288kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (132kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (112kB)
[img] Text
jurnal.pdf
Restricted to Registered users only

Download (354kB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis potensi bahaya kebakaran di produksi area warehouse chemical PT. Elangperdana Tyre Industry menggunakan metode Fire Risk Assessment (FRA), Integrated Safety Management (ISM), dan simulasi ALOHA. Risiko kebakaran tinggi dipengaruhi penggunaan bahan kimia flammable (toluene, resin/xylene, texin, heksana), sumber energi listrik, serta proses mesin mixing. Statistik BPBD DKI Jakarta tahun 2024 mencatat 490 kejadian kebakaran dengan 18 korban jiwa, 21 luka berat, 133 luka ringan, serta kerugian material. Selain itu, peristiwa kebakaran di beberapa pabrik ban terjadi pada tahun 2024-2025 berdasarkan laporan media. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif & kuantitatif dengan FRA berbasis matriks probabilitas + konsekuensi (skala 1–5) dan data dari observasi, wawancara, kuesioner pakar, FGD, serta studi dokumen K3. Analisis ISM mengacu pada elemen Sistem Manajemen K3 dalam siklus Plan-Do-Check-Action untuk menilai komitmen K3, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan peningkatan berkelanjutan. Simulasi ALOHA skenario BLEVE varnish/xylene menunjukkan zona kematian 13–17 m, luka bakar 20 m, dan nyeri termal hingga 34 m. FRA mengidentifikasi 6 risiko Extreme, 5 High, 7 Medium, dan 2 Low, terutama di area mixing, instalasi listrik, dan hot work. Rekomendasi meliputi rekayasa teknis (pemasangan sensor suhu, autoshutdown, maintenance grounding berkala, ventilasi, sistem deteksi terintegrasi), pengaturan layout dan penyimpanan, serta pengendalian administratif (update SOP, izin hot work, inspeksi, pelatihan, dan simulasi darurat berkala) untuk menurunkan risiko ke level Low/Very Low melalui penerapan siklus PDCA berkelanjutan..

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Depositing User: Jejen Juanda
Date Deposited: 03 Sep 2026 10:41
Last Modified: 03 Sep 2026 10:41
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/21137

Actions (login required)

View Item View Item