HENGKI PRANATA, . (2026) Tindak Pidana Penganiayaan Berat Berencana Kepada Orang Tua Tiri Ditinjau Berdasarkan Pasal 355 Ayat 1 Kuhp (Analisis Putusan Nomor 808/Pid.B/2024/Pn Jkt.Sel). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (216kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (225kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (161kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (201kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (137kB) |
|
|
Text
jurnal.pdf Restricted to Registered users only Download (231kB) |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh peneliti yang ingin melakukan analisis terhadap suatu putusan yang diterapkan oleh hakim, mengenai kasus tindak pidana penganiayaan berat berencana kepada orang tua tiri ditinjau dari pasal 355 ayat 1 KUHP. Apakah penerapan pasal yang ditentukan oleh majelis hakim sudah sesuai terhadap terdakwa. Mengesampingkan hukum khusus danm mengutamakan hukum umum. Fokus penelitian ini adalah putusan Pengadilan Negeri 808/pid.b/2024/PN Jkt.sel. dimana telah terjadi kasus tindak pidana penganiayaan berat berencana yand dilakukanb oleh terdakwa berusia 44 tahun kepada korban, dengan motif terdakwa mengetahui bahwa pada saat hari yang bersamaan setelah terdakwa mengetahui bahwa ibu kandungnya meninggal, rasa dendam terdakwa kepada ibu tiri nya yakni saksi korban. Rasa dendam ini muncul bukan secara tiba-tiba, dijelaskan dalam putusan mahkamah agung, bahwa terdakwa dan korban yakni ibu tirinya memiliki hubungan baik sebelumnya. Mengetahui ibu kandungnya meninggal dunia terdakwa pulang kerumah dengan menyelipkan pisau bergagang warna hitam kedalam saku sebelah kiri celananya sebagai alat yang digunakan untuk menganiaya ibu tirinya. Saat terdakwa sampai di rumah ibu tirinya terdakwa disambut baik oleh ibu tirinya lalu saat terdakwa berpura-pura meminta diambilkan air barulah terdakwa melancarkan aksinya yakni menusukkan pisau tersebut ke tubuh ibu tirinya hingga mengalami luka berat. Penelitian ini menekankan pada aspek ”ibu tiri” apakah status tersebut dapat dikesampingkan dalam suatu putusan majelis hakim, jika dilihat secara seksama undang-undang No.23 tahun 2004 dijelaskan bahwa ibu tiri masuk dalam ke lingkup rumah tangga. Hal tersebut cukup bertentangan dengan asas lex specialis de rogat lex generalis yakni mengedepankan hukum yang khusus dan mengesampingkan hukum yang umum. Dan juga bertentangan dengan gagasan teori dari sadjipto rahardjo yakni teori hukum progresif.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | Jejen Juanda |
| Date Deposited: | 07 Jul 2026 12:04 |
| Last Modified: | 07 Jul 2026 12:04 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/20379 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
