SOBIRIN DWI CAHYO, . (2026) Tindak Pidana Robot Treding Dalam Kasus E-Box Money Management (Analisis Kasus Perkara Nomor: 1034/Pid.Sus/2024/Pn Sby). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER NEW.pdf Restricted to Registered users only Download (448kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (156kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (82kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (126kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (136kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (33kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (254kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak pidana investasi ilegal berbasis teknologi dalam bentuk robot trading pada kasus E-Box Money Management yang diputus melalui Perkara Nomor: 1034/Pid.Sus/2024/PN SBY. Fenomena robot trading menjadi modus baru dalam tindak pidana perdagangan dan informasi transaksi elektronik yang merugikan masyarakat luas. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana kualifikasi tindak pidana dalam skema E-Box Money Management dan bagaimana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi terhadap pelaku ditinjau dari aspek kepastian hukum dan perlindungan korban. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus (case approach) dan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Data utama diperoleh dari salinan Putusan Pengadilan Negeri Surabaya Nomor: 1034/Pid.Sus/2024/PN SBY, didukung oleh literatur hukum dan peraturan perundang�undangan terkait seperti Undang-Undang (UU) Perdagangan dan Undang-Undang Imformasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa modus operandi E-Box Money Management melibatkan skema piramida yang berkedok penjualan perangkat lunak (software) robot trading. Majelis Hakim dalam putusannya menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 105 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Namun, analisis penulis menunjukkan bahwa terdapat urgensi penerapan Pasal 28 ayat (1) Undang�Undang Imformasi dan transaksi Elektronik (UU ITE) terkait penyebaran berita bohong yang menyesatkan dalam transaksi elektronik guna menjangkau dimensi digital dari kejahatan ini. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa meskipun putusan hakim telah memenuhi unsur kepastian hukum, aspek kemanfaatan hukum bagi korban melalui restitusi aset masih perlu dioptimalkan agar kerugian materiil korban sebesar Rp1,8 Triliun dapat terpulihkan secara adil.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | Jejen Juanda |
| Date Deposited: | 06 Jul 2026 10:36 |
| Last Modified: | 06 Jul 2026 10:36 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/20359 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
