Analisis Yuridis Pelaku Tindak Pidana Aborsi Ditinjau Dari Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Yang Telah Diubah Oleh Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan (Analisis Putusan Nomor : 14/Pid.Sus/2021/PN Jkt.Pst)

Fery Irawan, . (2025) Analisis Yuridis Pelaku Tindak Pidana Aborsi Ditinjau Dari Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Yang Telah Diubah Oleh Undang-Undang No. 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan (Analisis Putusan Nomor : 14/Pid.Sus/2021/PN Jkt.Pst). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (905kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (128kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (123kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (93kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (182kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (12kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (308kB)

Abstract

Kitab Undang- Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan tegas melarang aborsi dengan alasan apapun, sedangkan Undang-Undang Kesehatan mengecualikan aborsi hanya untuk indikasi kedaruratan medis, atau kehamilan akibat perkosaan. Semenjak UU Kesehatan mulai berlaku pada tahun 2009, UU Kesehatan memberikan ruang dan celah untuk dilakukanya aborsi dengan kondisi tertentu. Pengaturan aborsi diatur dengan Pasal 75 UU Kesehatan yang pada prinsipnya tetap melarang tindakan aborsi namun memberikan pengecualian terhadap kondisi-kondisi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pertimbangan Hakim dalam penerapannya memutus perkara tindak pidana aborsi berdasarkan Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan serta apakah putusan Hakim dalam tindak pidana aborsi perkara No. 14/Pid.Sus/2021/PN Jkt.Pst sudah mencerminkan rasa keadilan. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, penelitian normative adalah suatu prosedur penelitian ilmiah untuk menemukan kebenaran berdasarkan logika keilmuan dari sisi normatifnya, dengan cara melakukan penelaahan terhadap buku, literatur catatan, serta berbagai laporan yang berkaitan dengan masalah yang ingin dipecahkan (Nazir : 2003). Adapun hasil dari penelitian ini adalah Penerapan sanksi bagi pelaku tindak pidana aborsi yang diterapkan oleh Majelis Hakim dalam perkara a quo yakni Terdakwa terbukti melanggar Pasal 75 Jo. Pasal 194 UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Majelis Hakim dalam perkara a quo menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa 1 (satu) tahun 4 (empat) bulan dan denda Rp. 100.000.000.- (seratus juta rupiah) subsidaer 3 (tiga) bulan penjara. Mengingat Perbuatan yang dilakukan Terdakwa menggugurkan kandungan (aborsi) di usia janin 28 (dua puluh delapan minggu) atau sekitar 6 (enam) bulan, sudah mempunyai tangan, kaki, hidung, mata, telinga normal yang diprediksi seorang perempuan.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Tindak Pidana, Aborsi, Pemidanaan
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Mahlil Muhammad
Date Deposited: 30 Jun 2026 04:45
Last Modified: 30 Jun 2026 04:45
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/20280

Actions (login required)

View Item View Item