Alif Budi Utomo, . (2025) Perlindungan Hukum Bagi Driver Shopeefood Terhadap Orderan Fiktif Sebagai Pihak Yang Dirugikan Akibat Tindakan Wanprestasi Ditinjau Dari Pasal 1243 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Studi Kasus Driver Shopeefood Kota Tangerang Selatan). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (850kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (105kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (88kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (20kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (138kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (10kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (266kB) |
Abstract
Seiring dengan berkembangnya teknologi menjadikan Indonesia belakangan ini marak dan berpesatnya bisnis, salah satu bisnis yang sedang berkembang dengan cepat yaitu bisnis yang menggunakan pemanfaatan teknologi sebagai wadahnya. Salah satu contohnya yaitu Aplikasi Shopee yang menyediakan fitur Shopeefood dimana segala kegiatan dilakukan secara online termasuk metode pembayarannya. Namun dengan pembiayaan melalui uang tunai terdapat salah satu konsekuensi dari transaksi Shopeefood dimana terjadinya order fiktif yang dapat pula dideskripsikan sebagai suatu tindakan wanprestasi. Das sollen Pasal 1243 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer), yang berbunyi: “Penggantian biaya, kerugian dan bunga karena tak dipenuhinya suatu perikatan mulai diwajibkan, bila debitur, walaupun telah dinyatakan Ialai, tetap lalai untuk memenuhi perikatan itu, atau jika sesuatu yang harus diberikan atau dilakukannya hanya dapat diberikan atau dilakukannya dalam waktu yang melampaui waktu yang telah ditentukan”. Das Sein faktanya sebagai Perusahaan besar PT. Shopee Internasional Indonesia sampai saat ini belum memberikan ganti rugi secara penuh kepada korban orderan fiktif. Dalam penelitian ini penulis membahas mengenai keabsahan perjanjian kemitraan antara driver Shopeefood dengan PT, Shopee Internasional Indonesia ditinjau dari Undang- Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik serta pengaturan mengenai perlindungan hukum bagi driver Shopeefood terhadap order fiktif sebagai pihak yang dirugikan akibat tindakan wanprestasi ditinjau dari pasal 1243 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Didalam penelitian ini penulis menggunakan metode Penelitian Yuridis-Empiris dimana bahan hukum yang didapatkan bersumber dari data dari lapangan serta melakukan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Dalam penelitian ini menggunakan spesifikasi berupa deskriptif analitis untuk mendapatkan jawaban dari rumusan masalah yang telah ditentukan penulis.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perlindungan Hukum, Order Fiktif, Wanprestasi |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad |
| Date Deposited: | 06 Jun 2026 03:16 |
| Last Modified: | 06 Jun 2026 03:16 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/20012 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
