Sanrais Gea, . (2025) ¬¬ Tinjauan Yuridis Perbuatan Melawan Hukum Yang Dilakukan Oleh Notaris Terhadap Akta Yang Memiliki Unsur Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik Van Omstandigheiden) Studi Kasus Putusan Nomor: 9/Pdt.G/2021/PN. Mtr. Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (365kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (250kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (249kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (68kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (177kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (44kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (355kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas mengenai bentuk perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Notaris dalam pembuatan akta yang mengandung unsur penyalahgunaan keadaan (misbruik van omstandigheden), penulis mengambil penelitian ini adalah karena terdapat fenomena penyalahgunaan kewenangan oleh Notaris dalam pembuatan akta yang mengandung unsur penyalahgunaan keadaan, yang belum banyak dibahas secara mendalam dalam hukum perdata Indonesia, padahal berpotensi menimbulkan kerugian hukum bagi para pihak dan merusak kepercayaan terhadap akta autentik sebagai alat bukti sah. dengan studi kasus Putusan Nomor: 9/Pdt.G/2021/PN.Mtr. Notaris sebagai pejabat umum memiliki tanggung jawab untuk bertindak jujur, cermat, tidak berpihak, dan menjamin kehendak bebas para pihak dalam pembuatan akta. Namun dalam praktiknya, terdapat pelanggaran terhadap prinsip-prinsip tersebut yang menyebabkan timbulnya kerugian hukum bagi salah satu pihak. Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah pendekatan yuridis normatif dengan teknik studi kepustakaan dan analisis putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Notaris telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan mengabaikan prinsip kehati-hatian dan tidak melakukan verifikasi secara cermat terhadap identitas dan kehendak para pihak. Akibatnya, akta autentik yang seharusnya menjadi alat bukti yang sah justru menjadi instrumen dalam peralihan hak secara melawan hukum. Penyalahgunaan keadaan dalam kasus ini terlihat dari manipulasi hubungan kepercayaan dan ketiadaan persetujuan bebas dari salah satu pihak. Implikasi yuridis dari Putusan Nomor: 9/Pdt.G/2021/PN.Mtr menyatakan bahwa akta tersebut batal demi hukum karena mengandung cacat kehendak dan proses pembuatannya melanggar asas-asas hukum perdata. Penelitian ini menegaskan pentingnya tanggung jawab hukum dan etik Notaris dalam menjalankan kewenangannya agar tidak merugikan pihak lain dan tetap menjaga kepercayaan publik terhadap akta autentik. Sebagai saran, peneliti selanjutnya diharapkan dapat memperluas kajian dengan pendekatan empiris melalui wawancara terhadap para notaris, Majelis Pengawas, atau pihak yang pernah menjadi korban akta bermasalah, guna memperoleh perspektif yang lebih menyeluruh mengenai pelaksanaan asas kehati-hatian dalam praktik kenotariatan
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Peralihan hak, Perbuatan Melawan Hukum, Penyalahgunaan Keadaan |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad |
| Date Deposited: | 02 Jun 2026 07:28 |
| Last Modified: | 02 Jun 2026 07:28 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/19912 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
