Riyas Rasid Azzumardi, . (2025) Perbuatan Melawan Hukum Terhadap Jual Beli Tanah Berdasarkan Pasal 1365 KUHPerdata (Analisis Putusan Nomor 137/Pdt.G/2021/PN.Dpk). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (218kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (246kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (125kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (144kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (123kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (281kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas perbuatan melawan hukum dalam kasus jual beli tanah berdasarkan Putusan Nomor 137/Pdt.G/2021/PN Dpk. Fokus utama penelitian adalah untuk menganalisis bagaimana tindakan para pihak, khususnya tergugat, memenuhi unsur-unsur perbuatan melawan hukum sebagaimana diatur dalam Pasal 1365 KUHPerdata. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Sumber data primer berasal dari salinan putusan pengadilan, sedangkan data sekunder diperoleh melalui literatur hukum, doktrin, dan yurisprudensi. Kasus ini bermula dari jual beli tanah antara penggugat dan (alm) H. Untung Rochmadi seluas 2209 m², yang dibayar lunas tanpa disertai Akta Jual Beli (AJB). Setelah pewaris meninggal, ahli waris (tergugat) enggan menyerahkan sisa tanah seluas ±572 m². Penggugat mengajukan gugatan karena merasa telah mengalami kerugian materiil dan immateriil. Dalam putusannya, majelis hakim memutus verstek (tanpa kehadiran tergugat) dan memenangkan penggugat, meskipun bukti AJB sebagai bukti otentik tidak ada.Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh unsur perbuatan melawan hukum telah terpenuhi: terdapat perbuatan melawan hukum, adanya kerugian nyata, serta hubungan kausal antara perbuatan tergugat dan kerugian penggugat. Namun, secara formil, putusan hakim memiliki kelemahan karena tidak mempertimbangkan bukti otentik AJB dan tidak menyarankan penyelesaian melalui mediasi. Hal ini berpotensi melemahkan kepastian hukum dalam administrasi pertanahan di Indonesia. Penelitian ini menyarankan perlunya kehati-hatian hakim dalam perkara strategis seperti sengketa tanah, khususnya menyangkut prosedur formil dan bukti administrasi pertanahan. Selain itu, pentingnya peran notaris/PPAT dalam setiap transaksi tanah harus diperkuat agar tidak terjadi sengketa di kemudian hari.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perbuatan Melawan Hukum, Jual Beli Tanah, Pasal 1365 KUHPerdata, Sengketa Pertanahan, Putusan Verstek, AJB |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad |
| Date Deposited: | 18 May 2026 06:55 |
| Last Modified: | 18 May 2026 06:55 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/19782 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
