Evaluasi Risiko Dan Kualitas Di Cv Tirta Sasmita Pada Produk Air Minum Dalam Kemasan 220 Ml Dengan Pendekatan Statistical Quality Control (Sqc) Dan Failure Mode And Effect Analysis (Fmea)

ADAM ARARYA AKROM, . (2025) Evaluasi Risiko Dan Kualitas Di Cv Tirta Sasmita Pada Produk Air Minum Dalam Kemasan 220 Ml Dengan Pendekatan Statistical Quality Control (Sqc) Dan Failure Mode And Effect Analysis (Fmea). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
cover.pdf
Restricted to Registered users only

Download (741kB)
[img] Text
bab I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (195kB)
[img] Text
bab II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (593kB)
[img] Text
bab III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (24kB)
[img] Text
bab IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (915kB)
[img] Text
bab V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (15kB)
[img] Text
Jurnal.pdf
Restricted to Registered users only

Download (899kB)

Abstract

Kualitas produk merupakan salah satu faktor kunci dalam menjaga daya saing perusahaan. CV.Tirta Sasmita sebagai produsen air minum cup 220ml menghadapi tantangan berupa tingginya tingkat cacat produk selama proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian kualitas produk dengan menggunakan metode Statistical Quality Control (SQC) dan mengidentifikasi tingkat risiko pada kecacatan produk cup 220ml dengan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Metode SQC digunakan untuk mengetahui jenis cacat dominan melalui alat bantu seperti check sheet, diagram pareto, histogram, peta kendali u, dan diagram sebab akibat. Hasil penelitian dengan metode SQC menunjukkan bahwa jenis kecacatan paling dominan adalah bocor dengan persentase 38,58%. Jenis cacat cup rusak dengan persentase 27,94%. Dan, jenis cacat air tidak bagus memiliki persentase 17,60%. Sementara itu, FMEA diterapkan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan serta menentukan prioritas perbaikan berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis cacat yang menjadi perhatian lebih yaitu cacat bocor dengan penyebab cup jelek yang nilai RPN sebesar 105. Kedua, cup rusak dengan penyebab setting mesin heater terlalu panas kotoran bernilai RPN sebesar 84. Ketiga, cup rusak dengan cup kurang berkualitas bernilai RPN sebesar 70. Terakhir, cup rusak dengan penyebab handling dari gudang ke produksi tidak terstruktur bernilai RPN sebesar 56. Melalui analisis ini, perusahaan diharapkan menetapkan tindakan korektif yang tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas produk.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TX Home economics
Depositing User: Jejen Juanda
Date Deposited: 08 May 2026 06:24
Last Modified: 08 May 2026 06:45
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/19647

Actions (login required)

View Item View Item