Perlindungan Hukum Terhadap Penggandaan Fonogram Lagu Dalam Iklan Ditinjau Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta (Analisis Putusan Nomor 66 PK/Pdt.Sus-HKI/2023)

Muhammad Rizky Dwiputra, . (2025) Perlindungan Hukum Terhadap Penggandaan Fonogram Lagu Dalam Iklan Ditinjau Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta (Analisis Putusan Nomor 66 PK/Pdt.Sus-HKI/2023). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (962kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (264kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (336kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (224kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (262kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (158kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (235kB)

Abstract

Fenomena penggunaan fonogram lagu dalam iklan tanpa izin dari pencipta atau pemegang hak cipta menimbulkan persoalan hukum serius terkait pelanggaran hak moral dan hak ekonomi pada produser fonogram. Dalam hukum hak cipta, pencipta atau produser fonogram sebagai pemegang hak terkait memiliki hak eksklusif untuk menggandakan, mendistribusikan, dan mengumumkan hasil rekamannya kepada publik. Adapun permasalahan dalam skripsi ini adalah Bagaimana bentuk perlindungan hukum terhadap penggandaan fonogram lagu dalam iklan ditinjau berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Bagaimana pertimbangan Majelis Hakim dalam memutus perkara putusan Mahkamah Agung Nomor 66 PK/Pdt.Sus-HKI/2023 apakah sudah sesuai dengan undang-undang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan menggunakan data kepustakaan dari bebagai literatur buku, jurnal, peraturan perundang-undangan dan lain-lain. Analisis data dilakukan dengan cara normatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggandaan fonogram lagu dalam iklan tanpa izin merupakan pelanggaran terhadap hak eksklusif pemegang hak cipta, artinya fonogram memiliki nilai ekonomi dan hukum, dan pemanfaatannya tunduk pada prinsip-prinsip hak eksklusif pemiliknya. Putusan Mahkamah Agung menyatakan bahwa bukti baru tersebut tidak beralasan dan hanya bersifat tambahan sehingga tidak mampu mengubah pertimbangan hakim sebelumnya. Oleh karena itu, terdapat putusan terdahulu bahwa kerugian immateriil tidak serta-merta dapat dikabulkan, melainkan harus dibuktikan dengan data konkret yang menunjukkan penderitaan atau kehilangan akibat perbuatan melawan hukum.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Hak Cipta, Fonogram, Iklan, Perlindungan Hukum, Putusan Mahkamah Agung
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Mahlil Muhammad
Date Deposited: 28 Apr 2026 03:08
Last Modified: 28 Apr 2026 03:08
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/19538

Actions (login required)

View Item View Item