Kepastian Hukum Dalam Pendaftaran Merek Yang Mempunyai Persamaan Pada Pokoknya Dengan Kelas Yang Berbeda Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek Dan Indikasi Geografis (Analisis Putusan Nomor 1051 K/Pdt. Sus-HKI/2023)

Ken Desma Muti Erawati, . (2025) Kepastian Hukum Dalam Pendaftaran Merek Yang Mempunyai Persamaan Pada Pokoknya Dengan Kelas Yang Berbeda Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek Dan Indikasi Geografis (Analisis Putusan Nomor 1051 K/Pdt. Sus-HKI/2023). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (692kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (331kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (319kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (274kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (340kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (287kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (467kB)

Abstract

Kepastian hukum dalam pendaftaran merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek lain, meskipun terdaftar dalam kelas barang atau jasa yang berbeda, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Fokus utama penelitian ini diarahkan pada analisis kasus dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 1050 K/Pdt.Sus-HKI/2023, di mana Mahkamah memutuskan untuk membatalkan pendaftaran merek “Jollibee” milik pelaku usaha lokal, meskipun telah terdaftar secara sah dan digunakan dalam perdagangan sejak tahun 2013. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana persamaan pada pokoknya dalam kelas berbeda terhadap merek terdaftar dapat mempengaruhi pembatalan merek dan bagaimana kepastian hukum dalam pendaftaran merek yang secara sah sudah memenuhi prosedur formil di DJKI dinyatakan batal berdasarkan putusan nomor 1050 K/Pdt.Sus-HKI/2023. Penelitian ini menggunakan metode normatif-empiris merupakan penelitian hukum yang berbasis pada penelitian hukum yang bukan hanya mengkaji mengenai sistem norma dalam peraturan perundang-undangan, namun mengamati reaksi dan interaksi yang terjadi ketika sistem norma itu bekerja atau diterapkan di dalam masyarakat sebagai objek kajiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak setiap persamaan fonetik dalam merek secara otomatis menimbulkan pembatalan, terlebih apabila produk atau jasa berada dalam kelas yang berbeda serta tidak terbukti adanya penyesatan konsumen. Putusan Mahkamah yang mengutamakan perlindungan terhadap merek terkenal tanpa pembuktian konkrit atas itikad buruk telah menimbulkan ketidakpastian hukum bagi pemilik merek terdaftar. Seharusnya, prinsip kepemilikan hak atas kekayaan intelektual yang diperoleh secara sah diakui dan dijaga oleh sistem hukum. Semua ketentuan mengenai merek telah diatur dalam Undang-Undang Merek, tetapi dalam praktiknya, masih banyak pelaku usaha dan pengawas yang mengabaikan aturan tersebut, sehingga sering terjadi pelanggaran terhadap Undang-Undang Merek. Oleh karena itu, perlu adanya penegasan standar pembuktian dalam perkara merek agar tidak terjadi perlindungan yang berlebihan terhadap kepentingan merek asing dengan mengorbankan pelaku usaha lokal yang beritikad baik.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Kepastian Hukum, Persamaan pada Pokoknya, Kelas Berbeda, Merek Terdaftar, Itikad Tidak Baik
Subjects: K Law > K Law (General)
Depositing User: Mahlil Muhammad
Date Deposited: 20 Apr 2026 06:17
Last Modified: 20 Apr 2026 06:17
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/19379

Actions (login required)

View Item View Item