Elyza Safitriyani, . (2025) Pelaksanaan Pendaftaran Hak Tanggungan Secara Elektronik Pada Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan Berdasarkan Peraturan Menteri Agraria Dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2020. Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (325kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (182kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (106kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (115kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (889kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (10kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (274kB) |
Abstract
Penerapan sistem Hak Tanggungan Elektronik (HT-el) merupakan upaya reformasi birokrasi di bidang pertanahan yang diatur melalui Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 5 Tahun 2020. Sistem ini bertujuan menciptakan pelayanan pendaftaran hak tanggungan yang lebih cepat, transparan, efektif, dan efisien. Namun dalam praktiknya di Kota Tangerang Selatan, terjadi kesenjangan antara ketentuan normatif atau yang seharusnya dan kondisi empiris atau kenyataan di lapangan. Idealnya HT-el mendukung kemudahan dan kepastian hukum, tetapi pelaksanaannya justru menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi HT-el secara empiris di Kota Tangerang Selatan, mengidentifikasi hambatan-hambatan teknis, administratif, maupun struktural yang terjadi, serta mengevaluasi dampaknya terhadap efektivitas pelayanan pertanahan dan kepastian hukum bagi masyarakat dan lembaga keuangan. Penelitian menggunakan metode empiris dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para notaris (PPAT), pegawai Kantor Pertanahan, dan pihak bank yang terlibat dalam proses HT-el, serta dokumentasi dan observasi terhadap proses pendaftaran hak tanggungan secara elektronik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi HT-el belum berjalan optimal. Hambatan yang ditemukan antara lain: gangguan sistem dan server, keterbatasan akses dan bandwidth, tampilan antarmuka yang tidak ramah pengguna, ketidaksesuaian data antara buku tanah fisik dan sistem elektronik, serta belum terintegrasinya sistem informasi antara BPN, notaris, dan bank. Selain itu, ditemukan pula risiko baru terkait penggunaan teknologi Artificial Intelligence (AI) oleh sistem perbankan, di mana sertifikat hak tanggungan diakses otomatis sebelum validasi resmi oleh BPN selesai, sehingga menimbulkan potensi ketidakpastian hukum. Temuan ini memperlihatkan bahwa sistem HT-el dalam praktiknya belum sejalan dengan norma yang ditetapkan oleh regulasi. Oleh karena itu, diperlukan perbaikan menyeluruh mencakup peningkatan infrastruktur, pelatihan SDM, integrasi lintas lembaga, serta penyempurnaan regulasi pelaksanaan agar digitalisasi pertanahan dapat terlaksana secara efektif dan kredibel.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tanggungan Elektronik, Digitalisasi |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad |
| Date Deposited: | 08 Apr 2026 06:24 |
| Last Modified: | 08 Apr 2026 06:24 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/19254 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
