Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Akibat Kelalaian Apoteker Dalam Pemberian Obat Kepada Pasien Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 (Studi Kasus di RS Setia Mitra)

Dina Dwi Indriyan, . (2025) Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Akibat Kelalaian Apoteker Dalam Pemberian Obat Kepada Pasien Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 (Studi Kasus di RS Setia Mitra). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (287kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (302kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (246kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (353kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (178kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (441kB)

Abstract

Pelayanan di bidang kefarmasian merupakan komponen penting dalam sistem pelayanan kesehatan yang berorientasi pada keselamatan pasien. Dalam pelaksanaannya, apoteker memegang peranan krusial dalam menjamin ketepatan penyerahan obat sesuai dengan resep medis. Akan tetapi, apabila terjadi kelalaian oleh apoteker dalam proses tersebut, hal ini dapat menimbulkan konsekuensi hukum yang merugikan pasien sebagai konsumen. Adapun permasalahan dalam skripsi adalah bagaimana bentuk perlindungan hukum bagi pasien sebagai konsumen akibat kelalaian apoteker dalam pemberian resep obat dan agaimana implementasi Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 terhadap Standar Pelayanan Kefarmasian Di Apotek. Metode penelitian dalam skripsi ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang- undangan serta pendekatan konseptual dan data diperoleh melalui studi kepustakaan (bahan hukum primer, sekunder, dan tersier) serta studi lapangan melalui wawancara dengan apoteker dan pihak terkait. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menguraikan fakta, membandingkannya dengan ketentuan hukum yang berlaku, dan menarik kesimpulan normatif. Hasil penelitianya bahwa bentuk perlindungan hukum bagi pasien dalam kasus kelalaian apoteker dalam memberikan resep obat bisa dilakukan dengan tiga cara yakni preventif merupakan kewajiban apoteker menjalankan standar pelayanan kefarmasian sesuai dengan Permenkes Nomor 72 Tahun 2016, represif berupa upaya hukum ganti rugi perdata, sanksi pidana maupun administratif serta secara institusional yang memerlukan peran Rumah Sakit maupun BPKN, LPKSm serta MKDKI dalam menegakkan hak-hak pasien. Implementasi Permenkes Nomor 72 tahun 2016 di RS Setia Mitra ada beberapa yang telah dilaksanakan dengan cukup baik namun masih terdapat beberapa hal lagi yang perlu ditingkatkan khususnya berkaitan dengan pengembangan layanan farmasi klinik, penguatan dokumentasi serta pelaksanaan pembinaan berkelanjutan bagi tenaga kefarmasian agar mutu pelayanan senantiasa sesuai dengan standar yang berlaku.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Perlindungan Hukum, Konsumen, Resep Obat, Permenkes No. 72 Tahun 2016
Subjects: K Law > K Law (General)
Depositing User: Mahlil Muhammad
Date Deposited: 06 Apr 2026 07:57
Last Modified: 06 Apr 2026 07:57
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/19231

Actions (login required)

View Item View Item