Christine Situmorang, . (2025) Analisis Penerapan Pasal 112 Ayat (1) Uu No. 35 Tahun 2009 Terhadap Penyalahguna Narkotika Ditinjau Dari Pertimbangan Hakim Dan Sema No. 4 Tahun 2010 (Analisis Putusan Pengadilan Nomor: 36/Pid.Sus/2021/PN Jkt.Tim). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (124kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (184kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (29kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (214kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (17kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (324kB) |
Abstract
Penyalahgunaan narkotika di Indonesia masih menjadi permasalahan serius yang berdampak besar terhadap kesehatan, sosial, dan hukum. Salah satu bentuk ketidakadilan yang sering muncul adalah penerapan Pasal 112 ayat (1) Undang- Undang Nomor 35 Tahun 2009 terhadap penyalahguna narkotika golongan I bukan tanaman, yang seharusnya mendapatkan rehabilitasi sesuai Pasal 127. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya pengguna narkotika yang dijatuhi pidana penjara padahal tidak terdapat bukti yang cukup untuk dapat digolongkan sebagai pengedar. Berdasarkan hal tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pertimbangan hakim dalam menerapkan Pasal 112 ayat (1) terhadap penyalahguna narkotika dan apakah penerapan tersebut telah sesuai dengan pedoman pemidanaan dalam Peraturan SEMA Nomor 4 Tahun 2010. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan preskriptif, yaitu dengan menelaah bahan hukum primer dan sekunder seperti putusan pengadilan, peraturan perundang-undangan, dan literatur hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Putusan Nomor 36/Pid.Sus/2021/PN.Jkt.Tim., terdakwa terbukti hanya sebagai penyalahguna narkotika jenis sabu seberat 0,1519 gram untuk kepentingan pribadi. Namun demikian, dalam pertimbangannya majelis hakim tetap menjatuhkan pidana penjara berdasarkan Pasal 112 ayat (1) UU Narkotika, padahal jumlah barang bukti lebih tepat dikategorikan sebagai penyalahgunaan untuk diri sendiri sebagaimana diatur dalam Pasal 127. Penerapan Pasal 112 ayat (1) ini tidak sejalan dengan SEMA No. 4 Tahun 2010 yang menekankan pentingnya rehabilitasi bagi penyalahguna, serta mengabaikan asas ultimum remedium dan prinsip keadilan restoratif. Ketidaksesuaian ini berimplikasi serius karena menutup peluang pemulihan melalui rehabilitasi, menimbulkan ketidakadilan, dan berpotensi meningkatkan angka residivisme. Oleh sebab itu, penelitian ini menegaskan pentingnya konsistensi penerapan hukum yang lebih proporsional dengan mengutamakan rehabilitasi bagi penyalahguna narkotika.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | penyalahguna; narkotika; rehabilitasi; keadilan restoratif; ultimum remedium |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad |
| Date Deposited: | 01 Apr 2026 06:29 |
| Last Modified: | 01 Apr 2026 06:29 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/19169 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
