Astri Kusuma Putri, . (2025) Penegakan Hukum Atas Hak Cipta Terhadap Pelaku Pembajakan Buku Yang Dijual Melalui Online Shop Ditinjau Dari Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta (Studi Kasus Pada Penerbit Rajagrafindo Persada). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (929kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (214kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (287kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (64kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (309kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (49kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (286kB) |
Abstract
Platform online shop telah menjadi saran yang efektif bagi pelaku pembajakan buku untuk mendistribusikan buku bajakan secara massal dan dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga aslinya. Meskipun sudah ada peraturan yang mengaturnya namun penegakan hukum terhadap pelaku pembajakan buku masih menghadapi berbagai tantangan. Permasalahan yang dikaji adalah bagaimana pelaksanaan penegakan hukum terhadap pelaku peredaran buku bajakan terbitan Rajagrafindo Persada di online shop dan bagaimana pemberian ganti rugi yang diberikan oleh pelaku pembajakan kepada penulis dan penerbit. Metode penelitian yang digunakan adalah metode yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Data yang digunakan adalah bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pelaksanaan penegakan hukum terhadap pelaku peredaran buku bajakan terbitan PT Rajagrafindo Persada di online shop dilakukan lebih banyak melalui jalur nonlitigasi. Penerbit melakukan berbagai upaya pencegahan dalam mengatasi pelanggaran hak cipta atas buku bajakan yang dijual di online shop. Penerbit melakukan somasi kepada seluruh pelaku penjual buku bajakan, melakukan mediasi bersifat kekeluargaan, dan permintaan takedown terhadap akun pelaku pembajak di marketplace. Bentuk ganti rugi yang diberikan oleh pelaku pembajakan kepada penulis dan penerbit dalam kasus peredaran buku bajakan umumnya belum mengacu pada ketentuan hukum secara formal. Ganti rugi lebih banyak diberikan dalam bentuk nonmaterial, seperti pernyataan permintaan maaf tertulis dan janji untuk tidak mengulangi perbuatan, tanpa adanya kompensasi finansial yang konkret. Pihak penerbit juga lebih mengedepankan pendekatan damai dengan memberikan kesempatan kepada pelaku untuk bermitra secara legal, dibandingkan menempuh proses hukum pidana atau perdata.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pelanggaran Hukum, Pembajakan Buku, Online Shop |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad |
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 08:03 |
| Last Modified: | 30 Jan 2026 08:03 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/18692 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
