Kriminalisasi Aborsi Dalam Hukum Pidana Indonesia: Tinjauan Dari Perspektif Hak Asasi Perempuan

Ana Lailatullisa, . (2025) Kriminalisasi Aborsi Dalam Hukum Pidana Indonesia: Tinjauan Dari Perspektif Hak Asasi Perempuan. Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (577kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (171kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (317kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (90kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (139kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (11kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (326kB)

Abstract

Aborsi merupakan isu yang kontroversial. Dalam hukum pidana Indonesia, aborsi adalah perbuatan yang dilarang kecuali untuk korban perkosaan atau kekerasan seksual dan jika ada indikasi kedaruratan medis. Peraturan perundang-undangan yang ada tak jarang justru membuat para korban, terutama perempuan, menjadi pihak yang di-kriminalisasi. Kebijakan yang masih kental dengan nilai patriarki rentan membuat perempuan terhakimi secara hukum dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kebijakan hukum pidana dalam memandang perempuan pelaku aborsi dengan kehamilan tidak diinginkan yang ditinjau dari perspektif hak asasi perempuan. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dengan pihak terkait dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aturan hukum di dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP WvS) yang sebelumnya sama sekali melarang praktik aborsi, kini di Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP Nasional) dilegalkan untuk alasan indikasi medis dan korban perkosaan atau kekerasan seksual dengan usia kehamilan tidak melebihi 14 (empat belas) minggu. Dan meng-kriminalisasi perempuan pelaku aborsi dengan kehamilan tidak diinginkan adalah pelanggaran terhadap hak asasi perempuan. Karena menurut teori feminisme radikal, aborsi merupakan bagian dari hak asasi perempuan. Perempuan berhak untuk memilih dan memutuskan sendiri soal apapun yang berkaitan dengan tubuhnya, sebagai pemilik rahim, tanpa campur tangan suami, negara, atau pihak lain. Namun, nilai patriarki yang masih kuat di masyarakat tak jarang membuat perempuan menjadi pihak satu-satunya yang terhakimi karena telah melakukan aborsi, meskipun kehamilan itu tidak dia inginkan. Pihak laki-laki selalu menjadi yang paling aman dan bersih dari kesalahan, meski kenyataannya kehamilan tidak mungkin terjadi jika bukan karena campur tangan dari laki-laki itu sendiri.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Aborsi, Patriarki, Kehamilan Tidak Diinginkan, Hak Asasi Perempuan
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Mahlil Muhammad
Date Deposited: 30 Jan 2026 06:10
Last Modified: 30 Jan 2026 06:10
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/18682

Actions (login required)

View Item View Item