Identifikasi Senyawa Dan Antioksidan Penciri Ekstrak Ciplukan Pada Perbedaan Metode Pengeringan Melalui Pendekatan Metabolomik Gc-Ms

Dhea Maharani Utami, . and Lutfi Surya Affandi, . (2025) Identifikasi Senyawa Dan Antioksidan Penciri Ekstrak Ciplukan Pada Perbedaan Metode Pengeringan Melalui Pendekatan Metabolomik Gc-Ms. Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
FILE COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
FILE BAB 1.pdf
Restricted to Registered users only

Download (140kB)
[img] Text
FILE BAB 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (270kB)
[img] Text
FILE BAB 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (246kB)
[img] Text
FILE BAB 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
FILE BAB 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (119kB)
[img] Text
jurnal.pdf
Restricted to Registered users only

Download (364kB)

Abstract

Daun Ciplukan (Physalis Angulate L.) mengandung senyawa bioakif yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh tiga metode pengeringan freeze dry (FD), hot air (HA), dan sinar matahari (MT) terhadap kandungan fenolik menggunakan metode folin ciocalteu, flavonoid menggunakan metode AlCl3, dan antioksidan menggunakan metode DPPH serta profiling metabolite sekunder ekstrak daun ciplukan. Hasil menunjukkan metode FD menghasilkan kandungan fenolik tertinggi (1,66 mgGAE/g), dan kandungan flavonoid (2.30 mgQE/g), serta kandungan antioksidan metode FD diperoleh hasil IC50 (88,24 ppm) tergolong kuat, sedangkan metode HA dan MT menunjukkan aktivitas antioksidan yang lemah. Hasil GC-MS mengidentifikasi 213 senyawa (FD), 179 senyawa (MT) dan 150 senyawa (HA). Analisis PCA GC-MS menunjukkan senyawa penciri MT yaitu octacosane, HA yaitu Cyclononasiloxane, octadecamethyl-, sedangkan FD tidak memiliki senyawa penciri karena proses pengeringannya menggunakan suhu rendah untuk mempertahankan struktur senyawa alami. Senyawa antioksidan penciri metode (MT) yaitu 9-Octadecenoic acid (Z)-, methyl ester, metode (HA) yaitu Pentacosane, dan metode (FD) yaitu Tetracosamethyl-cyclododecasiloxane. Korelasi uji warna dengan GC-MS menunjukkan FD memiliki korelasi positif terhadap nilai L* dan WI, namun metode HA dan MT tidak menimbulkan perbedaan warna karena proses pengeringannya bersuhu tinggi sehingga menghasilkan warna lebih gelap.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Depositing User: Jejen Juanda
Date Deposited: 18 Dec 2025 04:17
Last Modified: 18 Dec 2025 04:17
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/18239

Actions (login required)

View Item View Item