Dede Rumyati, . and Fikri Hidayat, . and Sifa Fauziah, . (2024) Sintesis Biodiesel Dari Minyak Jelatah Dan Metanol Skala Semi-Pilot Dengan Variasi Suhu Menggunakan Katalis Koh 10%. Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
cover.pdf Restricted to Registered users only Download (553kB) |
|
|
Text
Bab I.pdf Restricted to Registered users only Download (214kB) |
|
|
Text
bab II.pdf Restricted to Registered users only Download (573kB) |
|
|
Text
bab III.pdf Restricted to Registered users only Download (510kB) |
|
|
Text
bab IV.pdf Restricted to Registered users only Download (899kB) |
|
|
Text
bab V.pdf Restricted to Registered users only Download (229kB) |
|
|
Text
jurnal.pdf Restricted to Registered users only Download (392kB) |
Abstract
Energi minyak dan gas (migas) masih menjadi andalan utama perekonomian Indonesia sebagai penghasil devisa dan pemasok kebutuhan energi. Dengan pertumbuhan konsumsi energi rata-rata 7% dalam 10 tahun terakhir, Indonesia perlu menemukan cadangan migas baru. Produksi minyak yang menurun memerlukan upaya luar biasa untuk menemukan cadangan baru dan meningkatkan produksi. Guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM), Indonesia mengembangkan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan, seperti biodiesel. Biodiesel diproduksi dari minyak nabati dan lemak hewan, sehingga termasuk bahan bakar terbarukan yang mudah diolah, memiliki harga yang stabil, tidak beracun, dan dapat terurai secara alami. Pemerintah Indonesia mendukung penggunaan biodiesel melalui Program Mandatori BBN (bahan bakar nabati) yang mewajibkan penggunaan campuran biodiesel dalam solar. Biodiesel yang dihasilkan melalui reaksi transesterifikasi minyak nabati dengan metanol menggunakan katalis basa (KOH atau NaOH) menghasilkan metil ester asam lemak (FAME) sebagai biodiesel. Penelitian menunjukkan bahwa katalis KOH dan NaOH dapat digunakan untuk produksi biodiesel dengan parameter optimum yang menghasilkan konversi lebih dari 95%. Minyak kelapa sawit merupakan bahan baku utama biodiesel di Indonesia, namun minyak jelantah (minyak goreng bekas) juga memiliki potensi besar. Minyak jelantah mengandung senyawa karsinogenik yang berbahaya bagi kesehatan jika digunakan berulang kali. Pemanfaatan minyak jelantah untuk biodiesel dapat mengurangi limbah rumah tangga dan biaya produksi biodiesel. Biodiesel diproduksi melalui reaksi transesterifikasi yang menurunkan viskositas minyak agar memenuhi spesifikasi bahan bakar. Katalis digunakan untuk mempercepat reaksi dan meningkatkan hasil produk. Pemilihan katalis dilakukan berdasarkan kemudahan penanganan dan pemisahannya dari produk. Katalis heterogen dan homogen memiliki peran berbeda dalam mempercepat reaksi. Katalis heterogen menyediakan permukaan untuk pereaksi sementara katalis homogen bereaksi dengan pereaksi untuk membentukx perantara kimia. Katalis sangat penting dalam proses produksi biodiesel karena dapat menurunkan energi aktivasi dan mempercepat laju reaksi. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis biodiesel dari minyak jelantah menggunakan metanol dan katalis KOH 10% melalui reaksi transesterifikasi, dengan variasi suhu dan waktu reaksi pada skala laboratorium, serta pengujian pada skala semi-pilot. Minyak jelantah dengan kadar FFA awal 21,5489% di pretreatment melalui esterifikasi menggunakan H2SO4 hingga FFA turun menjadi 2,47%. Pada skala laboratorium, kondisi optimal tercapai pada suhu 60°C dan waktu reaksi 1 jam, menghasilkan biodiesel dengan yield 95,50% dan kadar metil ester 98,29%, yang keduanya memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI 7182-2015). Parameter kualitas lain seperti viskositas (4,73 mm2/s), densitas (860 kg/m3), pH (6,4), dan angka asam (0,11 ml KOH/g) juga sesuai standar. Namun, pada skala semi-pilot dengan kondisi optimal yang sama, kualitas biodiesel menurun signifikan: kadar metil ester 73,22%, yield 83,33%, viskositas 7,55 mm2/s, dan densitas 963,4 kg/m3. Hasil ini menunjukkan bahwa proses scaling up memerlukan optimasi lebih lanjut, terutama dalam hal efisiensi pengadukan, distribusi panas, dan pemurnian. Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku biodiesel menawarkan solusi ganda untuk mengurangi limbah dan menyediakan energi terbarukan yang ramah lingkungan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | T Technology > T Technology (General) |
| Depositing User: | Jejen Juanda |
| Date Deposited: | 17 Dec 2025 03:30 |
| Last Modified: | 17 Dec 2025 03:30 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/18214 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
