Bagus Pandu Wahana, . (2025) Analisis Komparatif Financial Distress Dengan Menggunakan Metode Altman Z-Score, Springate, Zmijewski Dan Grover Pada Pt. Pan Brothers, Tbk Dan Pt. Asia Pacific Investama, Tbk. Masters thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (933kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (362kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (636kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (444kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (177kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (342kB) |
Abstract
Adapun tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui fenomena dan memperoleh bukti empirik, serta kesimpulan mengenai hasil dari perhitungan financial distress dengan metode Altman Z-Score, Springate, Zmijewski dan Grover pada PT. Pan Brothers, Tbk dan PT. Asia Pacific Investama, Tbk. Adapun teknik sampling yang digunakan pada penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampel purposive, yang didefinisikan sebagai pengambilan sampel yang dilakukan berdasarkan pertimbangan tertentu. Studi ini mengambil sampel berupa laporan laba rugi dan neraca perusahaan PT. Pan Brothers, Tbk dan PT. Asia Pacific Investama, Tbk yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama lima tahun (2020 - 2024) untuk mengetahui apakah kedua perusahaan yang diteliti ini berpotensi mengalami kebangkrutan atau justru akan mengalami peningkatan dengan menganalisa laporan keuangan tersebut. Adapun alat analisis pada penelitian ini adalah dengan menggunakan metode financial distress Altman Z-Score, Springate, Zmijewski dan Grover. Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : Dengan menggunakan metode Altman, pada PT. Pan Brothers, Tbk menunjukkan score rendah pada tahun 2024, sehingga statusnya bangkrut. Yang menurun signifikan pada tahun 2024 adalah modal yang dimiliki perusahaan serta penjualan perusahaan menurun signifikan. Sedangkan pada PT. Asia Pacific Investama, Tbk menunjukkan score rendah pada tahun 2023, sehingga statusnya bangkrut. Yang menurun signifikan pada tahun 2023 adalah modal yang dimiliki perusahaan walaupun sudah melakukan efisiensi pada penggunaan aset yang dimiliki namun belum mampu untuk membayar kewajiban jangka pendeknya. Berdasarkan hasil perhitungan dari metode Springate menunjukkan di tahun 2023 dan 2024 PT. Pan Brothers, Tbk berstatus bangkrut. Hal ini disebabkan oleh penurunan modal dan laba sebelum pajak yang diperoleh oleh PT. Pan Brothers, Tbk. sedangkan pada PT. Asia Pacific Investama, Tbk potensi kebangkrutan atau financial distress terdapat di tahun 2020 hingga 2024, di mana terjadi penurunan jumlah laba kotor dan modal yang diperoleh PT. Asia Pacific Investama, Tbk. Berdasarkan hasil perhitungan financial distress dengan metode Zmijewski pada PT. Pan Brothers, Tbk menunjukkan score rendah pada tahun 2024 dan berstatus bangkrut. Hal ini disebabkan oleh penurunan modal dan ROA yang diperoleh oleh PT. Pan Brothers, Tbk. sedangkan pada PT. Asia Pacific Investama, Tbk potensi kebangkrutan atau financial distress pada metode ini terdapat di tahun 2020 hingga 2024, di mana terjadi penurunan rasio likuiditas yaitu modal kerja bersih terhadap total aset yang diperoleh PT. Asia Pacific Investama, Tbk. Berdasarkan hasil perhitungan financial distress dengan metode Grover pada PT. Pan Brothers, Tbk menunjukkan score rendah pada tahun 2024 dan berstatus bangkrut. Hal ini disebabkan oleh adanya penurunan Return on Investment (ROA) dan modal yang diperoleh oleh PT. Pan Brothers, Tbk. Sedangkan pada PT. Asia Pacific Investama, Tbk gray area atau abu-abu namun berpotensi bangkrut pada metode ini terdapat di tahun 2020 hingga 2024, hal ini disebabkan oleh penurunan rasio likuiditas yaitu modal kerja bersih terhadap total aset yang diperoleh PT. Asia Pacific Investama, Tbk. Hasil penelitian ini disarankan agar PT. Pan Brothers, Tbk mengurangi pendanaan dengan hutang dan memaksimalkan perputaran modal kerja perusahaan dalam melakukan seluruh kegiatan operasional perusahaan guna meningkatkan laba perusahaan dan melakukan efisiensi aset guna meningkatkan penjualan perusahaan serta dapat lebih memaksimalkan pemanfaatan aset perusahaan guna meningkatkan laba perusahaan dan meningkatkan kapasitas penjualan. PT. Asia Pacific Investama, Tbk agar melakukan efisiensi dan memaksimalkan penggunaan aset untuk meningkatkan penjualan dan meningkatkan laba perusahaan dan agar dapat memaksimalkan aset perusahaan guna meningkatkan kapasitas penjualan dan meningkatkan laba perusahaan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | H Social Sciences > HB Economic Theory |
| Depositing User: | Jejen Juanda |
| Date Deposited: | 19 Nov 2025 09:42 |
| Last Modified: | 19 Nov 2025 09:42 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/18018 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
