Sundari Sukmawati, . (2025) Analisis Mengenai Wanprestasi Penjualan Alat-Alat Bahan Bangunan Ditinjau Dari Kitab Undang Undang Hukum Perdata (Studi Putusan Nomor 18/Pdt.G/2022/PN. Tng.). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Repository staff only Download (967kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (294kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (426kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (227kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (271kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (92kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (214kB) |
Abstract
Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Pamulang, Doesn Pembimbing Serena Ghean Niagara, SH., M.H.wanprestasi dalam konteks perjanjian jual beli alat-alat bahan bangunan yang ditinjau dari perspektif hukum perdata sebagaimana diatur dalam Kitab Undang- Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Wanprestasi merupakan permasalahan hukum yang sering muncul dalam dunia bisnis, terutama dalam transaksi yang melibatkan objek barang dalam jumlah besar dan bernilai tinggi seperti alat-alat bahan bangunan. Dalam transaksi semacam ini, perjanjian menjadi utama yang mengikat para pihak secara hukum, dimana setiap pihak memiliki hak dan kewajiban yang harus dipenuhi. Namun pada praktiknya, pelanggaran atas isi perjanjian kerap kali terjadi, baik dalam bentuk keterlambatan, ketidaksesuaian spesifikasi, atau bahkan tidak adanya pelaksanaan kewajiban sama sekali. Pelanggaran inilah yang dikenal dengan istilah wanprestasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan teknik pengumpulan data berupa studi dokumen terhadap putusan pengadilan dan peraturan perundang- undangan yang relevan dengan Putusan Pengadilan Negeri Tangerang Nomor 18/Pdt.G/2022/PN.Tng. Dalam kasus tersebut, pihak penggugat menuntut tergugat karena tidak melakukan pembayaran atas barang yang telah diserahkan sesuai dengan kesepakatan awal. Tindakan tergugat tersebut menyebabkan kerugian material bagi penggugat, yang kemudian membawa persoalan ini ke ranah litigasi atau pengadilan. Analisis terhadap putusan tersebut, dapat disimpulkan bahwa tindakan tergugat telah memenuhi unsur-unsur wanprestasi sebagaimana tercantum dalam Pasal 1238 KUHPerdata. Adapun unsur-unsur yang dimaksud meliputi adanya suatu perjanjian yang sah, kewajiban yang tidak dipenuhi oleh salah satu pihak, adanya kesalahan atau kelalaian, dan timbulnya kerugian pada pihak lain. Majelis hakim dalam putusannya mempertimbangkan bukti-bukti surat dan saksi yang diajukan oleh penggugat, serta dokumen perjanjian jual beli yang menjadi dasar hubungan hukum antara para pihak. Penelitian ini menunjukkan bahwa dalam praktik peradilan, aspek pembuktian dan legalitas kontrak sangat penting dalam membuktikan terjadinya wanprestasi. Penyusunan perjanjian yang lengkap, tertulis, serta mencantumkan klausul-klausul penting seperti spesifikasi barang, waktu penyerahan, dan sanksi apabila terjadi pelanggaran, sangat diperlukan untuk melindungi kepentingan para pihak. Memperlihatkan bagaimana perlindungan hukum terhadap pihak yang dirugikan dapat ditegakkan melalui mekanisme peradilan yang adil dan proporsional.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Wanprestasi, Jual Beli, Perjanjian, Putusan Pengadilan |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad, S.IP |
| Date Deposited: | 24 Oct 2025 10:54 |
| Last Modified: | 24 Oct 2025 10:54 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17814 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
