Suci Rahayu, . (2025) Tinjauan Yuridis Tindak Pidana Pengancaman Melalui Platform Whatsapp Berdasarkan Pasal 29 Undang -Undang Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (Studi Kasus Polres Tangerang Selatan). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (735kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (318kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (352kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (223kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (312kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (155kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (331kB) |
Abstract
Perkembangan teknologi informasi telah mempermudah komunikasi, namun juga membuka celah terjadinya tindak pidana, salah satunya adalah pengancaman melalui media elektronik seperti WhatsApp. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sanksi pidana berdasarkan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Penelitian ini membahas bagaimana efektivitas sanksi pidana dalam UU ITE Nomor 1 Tahun 2024 sebagai upaya pencegahan dan hambatan dalam penegakan hukum kasus pengancaman melalui WhatsApp dan juga membahas tentang Bagaimana peran kepolisian dalam menindak pelaku pengancaman melalui WhatsApp berdasarkan UU ITE Nomor 1 Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dengan studi kasus di Polres Tangerang Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan sanksi pidana dalam UU ITE dihadapkan pada kendala seperti kesulitan melacak pelaku yang menggunakan nomor luar negeri atau akun palsu, kurangnya literasi digital korban, serta keterbatasan kerjasama teknis dengan platform WhatsApp yang berbasis luar negeri. Peran kepolisian dalam menindak pelaku pengancaman melalui platform WhatsApp tidak hanya melibatkan langkah-langkah penyelidikan dan penyidikan, tetapi juga menerapkan metode-metode khusus yang relevan dengan kejahatan berbasis digital. Metode yang digunakan mencakup digital forensik untuk mengamankan dan menganalisis bukti elektronik, serta teknik pelacakan digital untuk mengidentifikasi pelaku yang sering menggunakan VPN, nomor luar negeri, atau akun palsu. Selain itu, kepolisian mengimplementasikan pendekatan terpadu melalui kolaborasi lintas lembaga, seperti kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) guna mengoptimalkan proses pengumpulan data dan verifikasi bukti. Dalam aspek preventif dan edukatif, kepolisian menggunakan metode edukasi literasi digital secara aktif kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus pengancaman digital. Unit siber di tingkat Polres dan Polsek mendapatkan pelatihan khusus untuk meningkatkan kapasitas dalam hal forensik digital dan penanganan kejahatan siber, sehingga mampu mengimbangi perkembangan teknologi kejahatan. Pendekatan penal melalui penegakan hukum berdasarkan UU ITE juga dilakukan dengan menggabungkan metode kualitatif dan yuridis empiris untuk evaluasi efektifitas sanksi serta proses hukum yang berjalan. Strategi patroli daring dan monitoring aktivitas digital juga menjadi bagian dari metode operasional kepolisian dalam mendeteksi dan mencegah tindak pidana pengancaman berbasis elektronik.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pengancaman, WhatsApp, UU ITE, Kepolisian |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad, S.IP |
| Date Deposited: | 24 Oct 2025 10:40 |
| Last Modified: | 24 Oct 2025 10:40 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17812 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
