Analisis Pengawasan Dan Regulasi Pengembalian Barang Pada E-Commerce Serta Dampaknya Terhadap Pelaku Usaha Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (Studi Kasus Toko Sepatu Lokal Quiferstep)

Siti Endah Syawaliah, . (2025) Analisis Pengawasan Dan Regulasi Pengembalian Barang Pada E-Commerce Serta Dampaknya Terhadap Pelaku Usaha Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (Studi Kasus Toko Sepatu Lokal Quiferstep). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (704kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (227kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (280kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (85kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (274kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (75kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (347kB)

Abstract

Pesatnya perkembangan e-commerce khususnya Shopee, membawa kemudahan transaksi namun juga tantangan hukum, terutama terkait pengawasan dan regulasi pengembalian barang. Proses retur berpotensi merugikan pelaku usaha jika tidak diatur dan diawasi secara efektif. Meskipun studi sebelumnya menekankan pentingnya regulasi dan penyelesaian sengketa yang adil, masih ada kesenjangan dalam efektivitas pengawasan Shopee terhadap pengembalian barang yang merugikan pelaku usaha lokal. Penelitian ini berfokus pada studi kasus toko lokal Quiferstep untuk menganalisis dampak regulasi dan pengawasan Shopee, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Penelitian ini bertujuan menjawab: (1) Bagaimana bentuk pengawasan dan regulasi Shopee terhadap pengembalian barang yang merugikan pelaku usaha, khususnya toko lokal Quiferstep? (2) Bagaimana kesesuaian regulasi pengembalian barang Shopee dengan ketentuan perlindungan hukum dalam Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik?. Menggunakan pendekatan hukum normatif-empiris, penelitian ini menganalisis studi kasus dan perundang-undangan. Data primer diperoleh dari wawancara semi- terstruktur dengan pemilik toko Quiferstep dan kurir. Data sekunder mencakup Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik, UU Perlindungan Konsumen, dan kebijakan internal Shopee. Data dianalisis secara kualitatif deskriptif untuk mengidentifikasi pola, tema, dan efektivitas pengawasan serta regulasi. Pengawasan dan regulasi pengembalian barang di Shopee belum efektif melindungi pelaku usaha dari praktik merugikan. Kasus Toko Quiferstep menunjukkan kerentanan seller terhadap pengembalian barang tidak sesuai, di mana bukti kuat seringkali tidak cukup memenangkan banding. Keputusan banding cenderung memihak pembeli, dan modus kecurangan tidak selalu terdeteksi sistem otomatis Shopee. Kerugian materiil dan non-materiil dialami seller. Meskipun kebijakan Shopee normatifnya sejalan dengan Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik, implementasinya belum mencerminkan keadilan substantif. Kurangnya pemahaman hukum UMKM memperparah kerentanan mereka. Oleh karena itu, reformasi sistem banding Shopee untuk transparansi dan objektivitas, penguatan pengawasan pemerintah, serta edukasi hukum bagi pelaku usaha sangat diperlukan.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Shopee, Pengembalian Barang, Pelaku Usaha, Undang-Undang Informasi Dan Transaksi Elektronik
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Mahlil Muhammad, S.IP
Date Deposited: 24 Oct 2025 10:34
Last Modified: 24 Oct 2025 10:34
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17811

Actions (login required)

View Item View Item