MARULI TUA PANDIANGAN, . (2025) Implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Republik Indonesia Pasal 62 Ayat (2) Nomor 22 Tahun 2023 Tentang Perlindungan Konsumen Dan Masyarakat Di Sektor Jasa Keuangan (Studi Kasus Pada Pt. Bpr Niaga Mandiri-Karawaci). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (760kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (114kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (144kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (80kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (273kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (12kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (188kB) |
Abstract
Penelitian ini mengkaji implementasi Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 62 ayat (2) tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan pada PT. BPR Niaga Mandiri-Karawaci. Regulasi ini mengatur pembatasan waktu dan tempat penagihan yang hanya boleh dilakukan pada hari kerja pukul 08.00-20.00 WIB dan hanya di alamat domisili debitur. Penelitian ini menggunakan metode yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Teori implementasi kebijakan Edward III digunakan sebagai kerangka analisis untuk memahami proses penerapan regulasi dan dampaknya terhadap operasional BPR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. BPR Niaga Mandiri-Karawaci telah mengimplementasikan regulasi ini secara sistematis melalui penyesuaian Standard Operating Procedure (SOP), pelatihan staf, dan pembentukan mekanisme penanganan keluhan yang komprehensif. Implementasi ini berhasil meningkatkan perlindungan konsumen dan kepercayaan nasabah terhadap institusi. Namun, implementasi regulasi ini juga menimbulkan tantangan operasional yang signifikan, khususnya dalam hal efektivitas penagihan. Pembatasan waktu dan tempat penagihan menyebabkan kesulitan dalam menjangkau debitur yang mayoritas baru pulang kerja setelah pukul 20.00 WIB. Hal ini berdampak pada peningkatan risiko Non Performing Loan (NPL) dan penurunan efektivitas penagihan, yang pada gilirannya mempengaruhi kesehatan keuangan BPR. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman tentang implementasi regulasi perlindungan konsumen di sektor perbankan, khususnya BPR, dan memberikan masukan bagi regulator untuk mengevaluasi efektivitas regulasi dalam mencapai keseimbangan antara perlindungan konsumen dan stabilitas operasional lembaga keuangan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | Jejen Juanda |
| Date Deposited: | 24 Oct 2025 10:14 |
| Last Modified: | 24 Oct 2025 10:14 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17809 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
