KEYSA NADIA MAHARANI, . (2025) Evaluasi Implementasi Pasal 29 Huruf A Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 01/P/Kpi/03/2012 Tentang Pedoman Perilaku Penyiaran Terkait Keterlibatan Anak Dibawah Umur Sebagai Narasumber Berita Traumatis (Studi Pada Penyiaran Berita Traumatis Yang Dilakukan Oleh Media Berita Inews). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (159kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (190kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (19kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (425kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (71kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (465kB) |
Abstract
Penelitian ini membahas evaluasi implementasi Pasal 29 huruf a Peraturan Komisi Penyiaran Indonesia Nomor 01/P/KPI/03/2012 tentang Pedoman Perilaku Penyiaran, dengan fokus pada larangan pelibatan anak di bawah umur sebagai narasumber dalam berita traumatis. Studi ini mengambil kasus peliputan oleh media iNews pada 24 Januari 2023, di mana seorang anak berusia 13 tahun diwawancarai sebagai korban selamat dalam peristiwa pembunuhan berantai. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, melalui wawancara, kuesioner, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelibatan anak sebagai narasumber dalam berita traumatis masih terjadi, terutama didorong oleh keinginan meningkatkan daya tarik siaran dan rating program, tanpa memperhatikan perlindungan psikologis dan hak privasi anak. Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) telah menjalankan fungsi pengawasan dan penegakan regulasi melalui sanksi administratif, seperti teguran tertulis, namun efektivitas pengawasan dinilai belum optimal karena pelanggaran serupa masih ditemukan. Faktor utama penyebab pelanggaran adalah kurangnya kesadaran dan kepatuhan media terhadap regulasi, serta dorongan kepentingan komersial. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya teori pelabelan dalam memahami dampak sosial dan psikologis terhadap anak yang diberi label “korban” oleh media. Pelabelan semacam ini dapat memengaruhi identitas diri dan perkembangan psikologis anak secara negatif. Berdasarkan hasil kuesioner, mayoritas masyarakat menilai pelibatan anak dalam berita traumatis berpotensi menimbulkan dampak buruk dan mendukung perlunya pengawasan yang lebih ketat. Rekomendasi yang diajukan antara lain perlunya asesmen psikologis sebelum melibatkan anak dalam pemberitaan traumatis, pembentukan tim pemantauan khusus oleh KPI, serta penguatan sistem sanksi agar perlindungan anak dalam penyiaran dapat terwujud secara lebih efektif dan berkelanjutan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | Jejen Juanda |
| Date Deposited: | 23 Oct 2025 04:21 |
| Last Modified: | 23 Oct 2025 04:21 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17792 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
