JULI NIDYA HUTABARAT, . (2025) Penyelesaian Tindak Pidanaanak Pencurian Kelapa Sawit Secara Restorative Justice (Diversi) Di Tinjau Secara Yuridis (Studi Kasus Di Lubuk Pakam Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (682kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (353kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (423kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (285kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (427kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (315kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (298kB) |
Abstract
Restorative justice dalam konteks anak merupakan pendekatan yang berupaya mempertemukan anak pelaku, korban, keluarga, dan pihak komunitas untuk berdialog dan mencari penyelesaian bersama yang adil dan proporsional. Adapun permasalahan dalam skripsi ini adalah Bagaimana proses restorative justice dilakukan antara pelaku, korban, dan masyarakat dalam kasus pencurian kelapa sawit. Bagaimana dampak dari penerapan restorative justice terhadap perkembangan psikologis dan sosial anak pelaku tindak pidana pencurian. Metode penelitian yang digunakan adalah empiris & yuridis dengan menggunakan data wawancara Kepada Kasubsi Prapenuntutan pidum dan Jaksa Pada Perkara Restorative Justice ( RJ) dan dari berbagai literatur buku, jurnal restorative justice, Undang- Undang Sistem Peradilan Pidana Anak. Analisis data dilakukan dengan cara empiris & yuridis. Hasil penelitian menunjukan Proses restorative justice (RJ) dilakukan dengan mengundang korban, pelaku, tokoh masyarakat, kepala desa, penyidik dan jaksa yang bersangkutan di Rumah Restorative Justice Kejaksaan Negeri Deli Serdang di Lubuk Pakam dan diusulkan ke Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum setelah semua syarat terpenuhi Dan Proses Restorative Justice (RJ) dapat dilakukan di Kejaksaan sebagai bagian dari penanganan perkara pidana. Kejaksaan, melalui Peraturan Kejaksaan Nomor 15 Tahun 2020, memiliki peran sebagai fasilitator dalam upaya perdamaian antara korban dan tersangka. Proses ini melibatkan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, untuk mencari solusi yang adil dan fokus pada pemulihan, bukan hanya hukuman. Penerapan restorative justice dalam kasus anak pelaku pencurian kelapa sawit menghadapi berbagai kendala yang saling berkaitan, baik dalam aspek yuridis maupun non-yuridis
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | Jejen Juanda |
| Date Deposited: | 23 Oct 2025 04:06 |
| Last Modified: | 23 Oct 2025 04:06 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17791 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
