Pertanggungjawaban Hukum Terhadap Konsumen Dalam Transaksi E-Commerce (Shopee) Atas Kehilangan Barang Pembelian Melalui Pembayaran Transfer Bank Di Luar Sistem Pembayaran Resmi (Studi Kasus Pada Akun Sistalita Boutique)

IVADA KAMILAH, . (2025) Pertanggungjawaban Hukum Terhadap Konsumen Dalam Transaksi E-Commerce (Shopee) Atas Kehilangan Barang Pembelian Melalui Pembayaran Transfer Bank Di Luar Sistem Pembayaran Resmi (Studi Kasus Pada Akun Sistalita Boutique). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
cover.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
FILE BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (275kB)
[img] Text
FILE BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (324kB)
[img] Text
FILE BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (168kB)
[img] Text
FILE BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198kB)
[img] Text
FILE BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (154kB)
[img] Text
FILE JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (304kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban hukum pelaku usaha terhadap konsumen dalam transaksi e-commerce, khususnya pada kasus kehilangan barang dengan metode pembayaran di luar sistem resmi Shopee. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif, menggunakan data primer dari wawancara dengan pelaku usaha dan konsumen, serta data sekunder dari studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku usaha, dalam hal ini Sistalita Boutique, menerapkan praktik split payment, yaitu pembayaran dilakukan sebagian melalui sistem Shopee dan sebagian langsung ke rekening pribadi toko, dengan alasan menghindari potongan biaya layanan platform. Praktik ini menyebabkan transaksi tidak tercatat sepenuhnya di sistem marketplace, sehingga konsumen kehilangan perlindungan hukum yang seharusnya dijamin oleh platform. Marketplace seperti Shopee hanya bertanggung jawab atas transaksi yang tercatat dalam sistem mereka, sementara pembayaran di luar sistem menjadi tanggung jawab toko secara pribadi. Pertanggungjawaban yang diberikan oleh pelaku usaha bersifat etis, bukan legal formal, sehingga sangat bergantung pada itikad baik toko. Konsumen yang dirugikan tidak memiliki dasar hukum kuat untuk melakukan klaim terhadap kerugian atas transaksi tersebut. Penelitian ini menyimpulkan bahwa praktik pembayaran di luar sistem resmi memperlemah posisi hukum konsumen dan membuka risiko kerugian yang besar. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran dan kepatuhan dari pelaku usaha untuk menggunakan sistem pembayaran resmi yang tercatat, serta edukasi hukum bagi konsumen agar memahami batasan perlindungan dalam transaksi online. Penguatan regulasi dan pengawasan dari platform e-commerce juga menjadi hal penting untuk menjamin keadilan dalam transaksi digital.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Depositing User: Jejen Juanda
Date Deposited: 22 Oct 2025 09:00
Last Modified: 22 Oct 2025 09:00
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17788

Actions (login required)

View Item View Item