Regita Sefia Susanto Putri, . (2025) Pertanggungjawaban Pidana Atas Pembelaan Terpa Ks A Dalam Tindak Pidana Penganiayaan Yang Menyebabkan Kematian Orang Menurut Pasal 351 Ayat (3) Kuhp (Analisis Putusan Nomor 103/Pid.B/2021/Pn Gdt). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (975kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (441kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (380kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (214kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (363kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (206kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (355kB) |
Abstract
Penganiayaan yang menyebabkan kematian sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat (3) KUHP, yang pada praktiknya sering kali bersinggungan dengan pembelaan terpaksa (noodweer) maupun pembelaan terpaksa yang melampaui batas (noodweer exces). Adapun permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana pertanggungjawaban pidana dalam kasus penganiayaan yang menyebabkan kematian menurut Pasal 351 ayat (3) KUHP. Apakah perbuatan terdakwa memenuhi unsur sebagai noodweer exces dalam Putusan Nomor 103/Pid.B/2021/PN Gdt. Metode yang digunakan adalah penelitian yuridis normatif dengan pendekatan terhadap peraturan perundang-undangan dan studi kasus terhadap putusan pengadilan tersebut. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dengan menganalisis bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdakwa melakukan perlawanan terhadap serangan yang melawan hukum secara spontan dan emosional, setelah sebelumnya diserang dengan senjata tajam hingga mengalami luka fisik. Dalam kondisi terdesak, terdakwa kemudian melakukan tindakan pembelaan yang mengakibatkan kematian korban. Berdassarkan pertimbangan hakim, tindakan tersebut dinilai sebagai pembelaan terpaksa yang melampaui batas (noodweer exces)yang dilakukan dalam keadaan guncangan jiwa yang hebat, sehingga terdakwa dibebaskan dari pertanggungjawaban pidana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Pasal 351 ayat (3) KUHP harus mempertimbangkan secara cermat unsur-unsur kesalahan serta kondisi psikis terdakwa dalam situasi yang mendesak dan mengancam jiwa.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pertanggungjawaban pidana; penganiayaan; pembelaan terpaksa; noodweer exces; KUHP |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad, S.IP |
| Date Deposited: | 15 Oct 2025 10:41 |
| Last Modified: | 15 Oct 2025 10:41 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17733 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
