Tanggung Jawab Hukum Hostel Terhadap Barang Hilang Milik Tamu Dan Staf Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Studi Kasus Pipes Hostel Kuta Lombok)

Rahmi Anugrah Sutisna, . (2025) Tanggung Jawab Hukum Hostel Terhadap Barang Hilang Milik Tamu Dan Staf Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Studi Kasus Pipes Hostel Kuta Lombok). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (616kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (207kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (257kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (165kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (235kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (134kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (251kB)

Abstract

Hostel adalah jenis akomodasi yang menyediakan macam-macam fasilitas seperti berbagi ruang tidur dan kamar mandi dengan harga terjangkau dan ditujukan untuk wisatawan dengan anggaran rendah. Sebagai bagian dari industri jasa, hostel memiliki kewajiban untuk memberikan rasa aman dan aman kepada konsumennya. Penelitian ini bertujuan untuk mengalisis bentuk perlindungan konsumen terhadap kehilangan barang pribadi milik tamu atau staf yang terjadi di lingkungan hostel. Terdapat dua permasalahan yang dijadikan fokus penelitian yakni: 1) Bagaimana penerapan tanggung jawab hukum didalam teori Perlindungan Konsumen berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen 2). Bagaimana hubungan tripartit antara pelaku usaha, konsumen, dan pihak ketigas (asuransi)? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris dan yuridis normatif dengan metode kualitatif menggunakan sumber data primer yang dihasilkan dari wawancara dengan narasumber yaitu korban dan manajemen hostel, observasi, dokumentasi dan sumber data sekunder yang dihasilkan dari undang-undang perlindungan konsumen, studi literatur, artikel website, arsip dan dokumen berasal dari observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pipes Hostel memiliki prosedur pelaporan kehilangan barang yang mencakup pelaporan awal kepada pihak resepsionis atau manajemen hostel, pengisian formulir, pelampiran bukti kepemilikan dan investigasi internal, namun tanggung jawab hostel terhadap kehilangan barang terbatas, kecuali apabila terbukti terdapat kelalaian dari pihak hostel. Dalam studi kasus yang diteliti, barang milik korban yang hilang dianggap atau dikategorikan sebagai aset kerja milik Pipes Hostel, sehingga pihak asuransi yaitu PT Asuransi Allianz Utama Indonesia bertindak sebagai penanggung utama atas klaim ganti rugi tersebut. Sesuai dengan Pasal 4 huruf c dan Pasal 7 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, bahwa keputusan ini memperluas cakupan tanggung jawab pelaku usaha. Selain itu, temuan ini menunjukan bahwa teori perlindungan konsumen dan tanggung jawab hukum dapat diterapkan dalam hubungan tripartit antara pelaku usaha, konsumen, dan pihak ketiga yaitu asuransi. Penelitian ini menunjukan bahwa meskipun kompensasi telah diberikan, masih terdapat kekurangan dalam sistem pengawasan, batas perlindungan barang pribadi, dan perlu penyesuaian kebijakan dan perluasan cakupan asuransi untuk memberikan perlindungan hukum yang lebih baik bagi konsumen dan karyawan dalam industri jasa akomodasi.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Tanggung jawab hukum, perlindungan konsumen
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Mahlil Muhammad, S.IP
Date Deposited: 15 Oct 2025 10:28
Last Modified: 15 Oct 2025 10:28
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17731

Actions (login required)

View Item View Item