Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Hingga Menyebabkan Kematian Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 (Analisis Putusan Pengadilan Nomor 5/Pid.Sus-Anak/2024/PN Bks)

Putri Asiyah, . (2025) Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Kekerasan Hingga Menyebabkan Kematian Berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 (Analisis Putusan Pengadilan Nomor 5/Pid.Sus-Anak/2024/PN Bks). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (441kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (542kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (233kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (154kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (386kB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai perlindungan hukum terhadap anak yang menjadi pelaku tindak pidana kekerasan yang mengakibatkan kematian. Fokus penelitian terletak pada penerapan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan analisis terhadap Putusan Pengadilan Nomor 5/Pid.Sus-Anak/2024/PN Bks. Permasalahan yang diangkat yaitu mengenai sejauh mana perlindungan hukum diberikan kepada anak sebagai pelaku, serta pertimbangan hukum yang digunakan hakim dalam menjatuhkan putusan. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem peradilan pidana anak di Indonesia telah mengatur secara khusus perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hukum melalui prinsip diversi dan keadilan restoratif, namun implementasinya masih menghadapi tantangan, baik dari segi penegakan hukum maupun pemahaman aparat terhadap hak-hak anak. Dalam kasus yang dianalisis menunjukan bahwa perlindungan hukum anak sebagaimana diatur dalam UUD 1945, Undang-Undang Perlindungan Anak, dan UU SPPA belum diimplementasikan secara optimal. Kedua anak pelaku dijatuhi hukuman yang sama tanpa mempertimbangkan perbedaan peran, sehingga prinsip proporsionalitas tidak terpenuhi. Anak II, yang hanya berperan sebagai pengantar, tetap dihukum setara dengan pelaku utama meskipun unsur kesengajaan dan keterlibatan aktif tidak terbukti. Diversi sebagai upaya penyelesaian perkara anak juga tidak diupayakan maksimal sesuai ketentuan UU SPPA dan Perma No. 4 Tahun 2014. Selain itu, pertimbangan psikologis, pengaruh lingkungan, serta laporan pembimbing kemasyarakatan tidak dijadikan dasar pertimbangan vonis. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan prinsip keadilan restoratif, penerapan sanksi secara proporsional, serta pemidanaan sebagai ultimum remedium dalam sistem peradilan pidana anak di Indonesia.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Perlindungan hukum, anak sebagai pelaku, tindak pidana kekerasan, Undang-Undang Perlindungan Anak, putusan pengadilan, proporsional, keadilan restoratif
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Mahlil Muhammad, S.IP
Date Deposited: 15 Oct 2025 09:56
Last Modified: 15 Oct 2025 09:56
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17728

Actions (login required)

View Item View Item