Naila Salsabila, . (2025) Peranan Mediasi Dalam Penyelesaian Sengketa Harta Waris (Analisis Putusan Nomor : 2674/Pdt.G/2024/Pa.Dpk). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (871kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (339kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (414kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (282kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (410kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (190kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (304kB) |
Abstract
Sengketa harta waris seringkali menjadi arena konflik yang rumit, diperparah oleh faktor perbedaan agama di antara ahli waris dan ketiadaan wasiat. Kompleksitas ini menuntut pendekatan penyelesaian yang adaptif dan humanis. Penelitian ini melibatkan pewaris Muslim dengan ahli waris dari dua pernikahan: pertama dengan non-Muslim (tiga anak Katolik) dan kedua dengan Muslim (empat anak Muslim). Setelah pewaris meninggal tanpa wasiat, timbul perselisihan atas harta peninggalan yang signifikan dan utang besar. Mediasi, yang difasilitasi oleh mediator bersertifikat, berhasil menjembatani perbedaan kepentingan dan pandangan para pihak. Proses ini membuahkan kesepakatan damai yang komprehensif, mencakup pengakuan terhadap seluruh anak sebagai ahli waris, mekanisme pelunasan utang pewaris, serta pembagian harta warisan secara proporsional: 55% untuk ahli waris Muslim dan 45% untuk anak-anak non-Muslim. Kesepakatan ini kemudian diakui dan disahkan dalam bentuk akta perdamaian oleh pengadilan, diikuti dengan pencabutan gugatan oleh para penggugat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan mediasi dalam penyelesaian sengketa waris pada kasus tersebut, serta mengevaluasi pembagian waris yang disepakati ditinjau dari perspektif SEMA No. 1 Tahun 2016. Prosedur Mediasi di Pengadilan secara eksplisit mengatur bahwa mediasi yang berhasil seharusnya cukup dituangkan dalam akta perdamaian tanpa perlu putusan pokok perkara. Secara fundamental, hukum waris Islam yang menjadi kompetensi Peradilan Agama, sebagaimana diatur dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dan ditegaskan oleh SEMA No. 1 Tahun 2016, menetapkan perbedaan agama sebagai penghalang kewarisan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mediasi memiliki peranan krusial dalam mencapai perdamaian dan menjaga keutuhan hubungan keluarga dalam sengketa waris yang kompleks. Mediasi terbukti mampu mengakomodasi kepentingan beragam pihak dan menghasilkan solusi yang diterima bersama. Meskipun demikian, kasus ini menyoroti tantangan implementasi regulasi mediasi di pengadilan, khususnya terkait kepatuhan prosedural hakim terhadap PERMA No. 1 Tahun 2016. Lebih jauh, keputusan pembagian waris yang mengakomodasi ahli waris non-Muslim, meskipun secara normatif menyimpang dari prinsip penghalang kewarisan dalam hukum waris Islam, dapat diinterpretasikan sebagai upaya pengadilan untuk menerapkan keadilan substantif. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip hukum progresif yang memprioritaskan solusi humanis, kemaslahatan sosial, dan pemulihan hubungan di atas rigiditas teks hukum semata.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mediasi, Sengketa Harta Waris, Penyelesaian Sangketa, Hukum Progresif |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad, S.IP |
| Date Deposited: | 14 Oct 2025 07:32 |
| Last Modified: | 14 Oct 2025 07:32 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17705 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
