Analisis Yuridis Terhadap Kedudukan Anak Laki-Laki Dan Perempuan Dalam Harta Warisan Menurut Hukum Waris Adat Batak Toba Perantauan (Studi Kasus di Masyarakat Batak Toba Perantauan di Jakarta Barat)

Fryanti Feronika Rafella Manalu, . (2025) Analisis Yuridis Terhadap Kedudukan Anak Laki-Laki Dan Perempuan Dalam Harta Warisan Menurut Hukum Waris Adat Batak Toba Perantauan (Studi Kasus di Masyarakat Batak Toba Perantauan di Jakarta Barat). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (664kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (152kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (222kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (116kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (185kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (123kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (456kB)

Abstract

Kedudukan anak laki-laki dan perempuan dalam pembagian harta warisan menurut hukum waris adat Batak Toba, khususnya di kalangan masyarakat Batak Toba yang merantau di Jakarta Barat. Sistem kekerabatan patrilineal yang dianut masyarakat Batak Toba menempatkan anak laki-laki sebagai pewaris utama, sedangkan anak perempuan umumnya tidak memperoleh bagian warisan secara formal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara yuridis kedudukan tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi praktik pewarisan di perantauan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif dan sosiologis. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan wawancara langsung dengan masyarakat Batak Toba di Jakarta Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun hukum adat masih dominan dalam menentukan hak waris, telah terjadi pergeseran nilai di kalangan perantau, khususnya akibat pengaruh pendidikan, ekonomi, dan kesadaran hukum akan kesetaraan gender. Ditemukan pula bahwa anak perempuan mulai diberi bagian dalam bentuk hibah atau pemberian adat sebagai bentuk kompromi antara adat dan tuntutan keadilan modern. Penelitian ini merekomendasikan adanya reinterpretasi hukum adat yang lebih inklusif tanpa menghilangkan akar budayanya, demi mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh ahli waris.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Hukum waris adat, Batak Toba, Patrilineal, Hak waris perempuan, dan Keadilan Hukum
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Mahlil Muhammad, S.IP
Date Deposited: 13 Oct 2025 08:11
Last Modified: 13 Oct 2025 08:11
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17692

Actions (login required)

View Item View Item