Perlindungan Hukum Bagi Pencipta Dan Pemegang Hak Cipta Software Di Tinjau Dari Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta (Putusan Mahkamah Agung Nomor: 1033 K/Pdt. Sus-HKI/2023)

Fareza Hanum, . (2025) Perlindungan Hukum Bagi Pencipta Dan Pemegang Hak Cipta Software Di Tinjau Dari Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta (Putusan Mahkamah Agung Nomor: 1033 K/Pdt. Sus-HKI/2023). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (203kB)
[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (991kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (247kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (19kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (379kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (10kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (375kB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai perlindungan hukum bagi pencipta dan pemegang hak cipta software berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, serta mengkaji pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara Putusan Mahkamah Agung Nomor 1033 K/Pdt.Sus-HKI/2023. Permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari sengketa hukum antara Hasan Azhari (penggugat) dan Nadiem Makarim beserta PT. Aplikasi Karya Anak Bangsa (Go-Jek) terkait dugaan pelanggaran hak cipta atas software ojek online. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat lunak (software) merupakan ciptaan yang dilindungi hak cipta sebagai bagian dari Hak Kekayaan Intelektual. Perlindungan hukum diberikan secara otomatis saat ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata. Namun demikian, efektivitas perlindungan sangat bergantung pada kekuatan alat bukti di persidangan. Dalam perkara ini, Mahkamah Agung menolak gugatan karena penggugat tidak dapat membuktikan secara jelas bahwa Go-Jek melanggar hak cipta yang dimilikinya. Putusan ini menegaskan bahwa aspek kepastian hukum, prinsip pembuktian, dan kejelasan hak atas ciptaan menjadi sangat penting dalam menyelesaikan sengketa hak cipta software. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi agar perlindungan hak cipta software diperkuat melalui sistem pembuktian yang transparan, kesadaran hukum masyarakat, serta dukungan regulasi yang konsisten terhadap perkembangan teknologi digital.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Hak Cipta, Software, Perlindungan Hukum, Pembuktian, Putusan Mahkamah Agung
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Mahlil Muhammad, S.IP
Date Deposited: 13 Oct 2025 07:47
Last Modified: 13 Oct 2025 07:47
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17687

Actions (login required)

View Item View Item