Akibat Hukum Pembagian Harta Bersama Berupa Hak Royalti Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (Analisis Putusan Pengadilan Nomor: 16/Pdt.G/2024/PTA.JK)

Dewi Yulianti, . (2025) Akibat Hukum Pembagian Harta Bersama Berupa Hak Royalti Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan (Analisis Putusan Pengadilan Nomor: 16/Pdt.G/2024/PTA.JK). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (688kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (413kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (425kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (349kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (397kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (258kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (214kB)

Abstract

Perkawinan merupakan ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Perkawinan yang sah menimbulkan akibat hukum, salah satunya terkait dengan harta bersama yang diperoleh selama masa perkawinan. Dalam konteks ini, hak royalti sebagai hasil dari kekayaan intelektual memiliki nilai ekonomi yang berpotensi menjadi objek harta bersama, meskipun belum diatur secara eksplisit dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan. Putusan Pengadilan Tinggi Agama Jakarta Nomor: 16/Pdt.G/2024/PTA.JK menjadi salah satu putusan yang menarik untuk dianalisis karena memuat ketetapan pembagian royalti sebagai harta bersama dalam perkara perceraian antara publik figur. Permasalahannya adalah bagaimana sinergitas antara Undang-Undang Perkawinan dan Undang-Undang Hak Cipta dalam mengatur royalti sebagai harta bersama, serta bagaimana pertimbangan hukum hakim dalam membagi hak royalti tersebut Menjawab rumusan masalah tersebut, penulis menggunakan metode penelitian hukum normatif (legal research) dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konsep, dan pendekatan kasus. Penelitian ini dilakukan dengan studi pustaka terhadap bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif dan preskriptif, yaitu dengan menggambarkan fakta hukum yang ada dan memberikan argumentasi serta solusi berdasarkan prinsip dan teori hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa royalti yang diperoleh selama masa perkawinan termasuk dalam kategori harta bersama karena memiliki nilai ekonomis dan dihasilkan dalam ikatan perkawinan. Dalam putusan yang dianalisis, hakim menetapkan bahwa royalti lagu merupakan harta bersama yang harus dibagi secara proporsional (50% untuk masing-masing pihak). Putusan ini menjadi bentuk pengakuan terhadap hak ekonomi berupa royalti sebagai bagian dari harta bersama serta memberikan preseden hukum dalam perkara perceraian yang melibatkan kekayaan intelektual. Namun demikian, belum adanya pengaturan yang eksplisit dalam undang-undang menimbulkan ketidakpastian hukum, sehingga diperlukan konsistensi dan kepastian dalam pelaksanaannya oleh para penegak hukum.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Harta Bersama, Royalti, Perceraian, Hak Cipta, Kepastian Hukum
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Mahlil Muhammad, S.IP
Date Deposited: 10 Oct 2025 06:14
Last Modified: 10 Oct 2025 06:14
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17660

Actions (login required)

View Item View Item