Analisis Putusan Hakim Dalam Kasus Tindak Pidana Pembuangan Anak Di Daerah Yuridiksi Bireun (Studi Kasus Pengadilan Negri Bireun Nomor 115/Pid.B/2022/Pn.Bir)

Aulia Maharani, . (2025) Analisis Putusan Hakim Dalam Kasus Tindak Pidana Pembuangan Anak Di Daerah Yuridiksi Bireun (Studi Kasus Pengadilan Negri Bireun Nomor 115/Pid.B/2022/Pn.Bir). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (985kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (107kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (172kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (77kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (101kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (11kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (317kB)

Abstract

Kasus ini berawal dari tindakan seorang ibu bernama Dilla Dara Fhonna yang didakwa telah membuang bayi hasil hubungan di luar nikah ke dalam sumur, perbuatan yang seharusnya dikenai sanksi berdasarkan Pasal 341 KUHP. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan bebas dan menilai sejauh mana unsur-unsur tindak pidana pembuangan anak dapat dibuktikan di persidangan. Metode yang digunakan pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif-analitis, menggunakan sumber data primer berupa putusan pengadilan, serta data sekunder dari literatur. Hasil penelitian menunjukkan hakim tidak menemukan bukti yang cukup dan meyakinkan sebagaimana disyaratkan dalam Pasal 183 KUHAP, yaitu minimal dua alat bukti yang sah yang membentuk keyakinan hakim akan kesalahan terdakwa. Alat bukti visum et repertum dan keterangan saksi dianggap tidak mampu membuktikan adanya niat dan perbuatan aktif terdakwa dalam menghilangkan nyawa bayinya. Hakim juga mempertimbangkan faktor psikologis terdakwa yang masih remaja dan mengalami tekanan mental saat kejadian. Penerapan asas in dubio pro reo menjadi alasan utama putusan bebas dijatuhkan. Meskipun secara formal putusan ini sah, penelitian ini menekankan perlunya pembenahan dalam sistem pembuktian dan proses penyidikan dalam kasus-kasus yang melibatkan anak sebagai korban agar prinsip perlindungan anak dapat diwujudkan secara substantif. Putusan ini menuai pro dan kontra di masyarakat karena menyangkut kepekaan moral terhadap perlindungan anak yang semestinya menjadi prioritas hukum nasional. Ketidakterpenuhinya unsur pidana secara formil tidak serta- merta menghapus nilai keadilan substantif, sehingga penelitian ini menyoroti perlunya adanya reformasi dalam sistem pembuktian, pelatihan aparat penegak hukum, serta perlindungan yang lebih menyeluruh terhadap hak-hak anak. Penelitian ini menyoroti pentingnya optimalisasi peran jaksa penuntut umum dalam merumuskan dakwaan serta menyusun strategi pembuktian secara komprehensif. Lemahnya koordinasi antara kepolisian, kejaksaan, dan lembaga perlindungan anak menyebabkan banyak kasus serupa tidak dapat diproses secara maksimal. Dalam jangka panjang, penegakan hukum terhadap kejahatan yang melibatkan anak memerlukan dukungan yang kuat, peraturan yang progresif, serta kesadaran sosial yang tinggi agar keadilan tidak hanya menjadi narasi hukum, melainkan juga realitas yang dirasakan oleh korban dan masyarakat luas.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Putusan bebas, pembuangan anak, pembuktian pidana, perlindungan anak, Pasal 341 KUHP, in dubio pro reo
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Mahlil Muhammad, S.IP
Date Deposited: 07 Oct 2025 08:08
Last Modified: 07 Oct 2025 08:08
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17640

Actions (login required)

View Item View Item