Penerapan Unsur Tindak Pidana Pencabulan Terhadap Anak Di Bawah Umur ( Terhadap Putusan Pengadilan Makassar Nomor : 254/Pid.Sus/2023/Pn Mks )

Anissa Abelya Ginting, . (2025) Penerapan Unsur Tindak Pidana Pencabulan Terhadap Anak Di Bawah Umur ( Terhadap Putusan Pengadilan Makassar Nomor : 254/Pid.Sus/2023/Pn Mks ). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (969kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (239kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (166kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (20kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (125kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (14kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (186kB)

Abstract

Tindak pidana pencabulan terhadap anak merupakan bentuk kejahatan serius yang mengakibatkan dampak psikis dan sosial mendalam bagi korban, pencabulan umumnya diartikan sebagai segala bentuk tindakan seksual, tidak senonoh, atau tidak pantas, baik secara fisik maupun nonfisik, yang dilakukan tanpa persetujuan atau dengan paksaan terhadap orang lain, baik dewasa maupun anak-anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap pelaku pencabulan anak berdasarkan Pasal 81 ayat 1 jo Pasal 76D Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang RI No. 01 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, serta menilai kekuatan alat bukti dalam kasus pencabulan anak di bawah umur. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dilakukan dengan menelaah teori pembuktian serta teori dasar pertimbangan hakim terhadap studi kasus terhadap putusan pengadilan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa putusan bebas dijatuhkan karena hakim menilai keterangan saksi saling bertentangan dan banyak yang bersifat testimonium de auditu. Meskipun terdapat visum dan keterangan ahli, hakim mempertimbangkan adanya keraguan terhadap keterkaitan langsung antara bukti dengan perbuatan terdakwa. Dalam analisis hukum, hakim seharusnya menjadikan alat bukti dan keterangan korban sebagai pertimbangan utama mengingat Undang-Undang Perlindungan Anak menekankan perlindungan maksimal terhadap korban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pertimbangan hakim dalam perkara ini belum sepenuhnya mencerminkan perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban tindak pencabulan. Diperlukan konsistensi dalam penerapan hukum dalam upaya perbaikan sistem pembuktian dan penilaian alat bukti guna menjamin keadilan dan perlindungan bagi korban.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Pencabulan Anak, Pertimbangan Hakim, Alat Bukti, Putusan Bebas, Perlindungan Anak
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Mahlil Muhammad, S.IP
Date Deposited: 07 Oct 2025 07:45
Last Modified: 07 Oct 2025 07:45
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17633

Actions (login required)

View Item View Item