Anindia Wulandari, . (2025) Kepastian Hukum Anak Hasil Nikah Siri Pada Putusan Pengadilan Tigaraksa Ditinjau Dari Putusan Mk Nomor 46/Puu-Viii/2010 (Analisa Putusan No. 547/Pdt.P/2023/Pa.Tgrs). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (668kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (190kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (249kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (163kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (214kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (127kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (171kB) |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 547/Pdt.P/2023/PA.Tgrs yang menolak permohonan penetapan asal-usul anak hasil nikah siri, serta mengevaluasi sejauh mana kepastian hukum bagi anak tersebut dapat dijamin melalui penerapan Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 46/PUU-VIII/2010. Meskipun Mahkamah Konstitusi telah memperluas pemaknaan Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan untuk mengakui hubungan keperdataan anak luar kawin dengan ayah biologisnya, praktik peradilan menunjukkan bahwa putusan tersebut belum sepenuhnya diimplementasikan secara efektif. Dalam kasus ini, hakim menolak permohonan karena tidak terdapat alat bukti ilmiah seperti tes Deoxyribonucleic Acid (DNA), tanpa mempertimbangkan bukti sosial lainnya. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif, berdasarkan analisis dokumen putusan dan peraturan perundang-undangan terkait. Teori keadilan Gustav Radbruch dan Aristoteles digunakan sebagai pisau analisis untuk mengevaluasi apakah pertimbangan hukum yang digunakan telah memenuhi unsur keadilan substantif, kepastian hukum, dan kemanfaatan sosial. Diperlukannya interpretasi hukum yang lebih progresif dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak demi menjamin perlindungan hukum yang menyeluruh dan tidak diskriminatif. Penelitian ini juga menyoroti urgensi perlindungan hukum bagi anak hasil nikah siri, terutama dalam kaitannya dengan pengakuan status hukum anak, hak atas identitas, dan kedudukan perdata di mata hukum. Ketidakpastian status anak yang lahir di luar perkawinan tercatat dapat berdampak pada pemenuhan hak-hak dasar anak, termasuk hak waris, hak nafkah, dan hak memperoleh pengakuan sebagai subjek hukum yang utuh. Diperlukan penalaran yang lebih lanjut terhadap peraturan perundang-undangan dan putusan Mahkamah Konstitusi guna mencegah diskriminasi terhadap anak dan menjamin perlindungan hukum yang menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan hukum yang terlalu formalistik dan minim pertimbangan sosiologis berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum serta menghambat perlindungan anak secara maksimal. Dengan demikian, interpretasi hukum yang berpihak pada kepentingan terbaik anak perlu dikedepankan oleh aparat penegak hukum, demi terwujudnya keadilan yang berimbang antara legalitas formal dan nilai-nilai kemanusiaan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kepastian Hukum, Anak Luar Kawin, Nikah Siri |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Mahlil Muhammad, S.IP |
| Date Deposited: | 06 Oct 2025 11:17 |
| Last Modified: | 06 Oct 2025 11:17 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17629 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
