Pengaruh Suhu Lingkungan Terhadap Panel Surya Polycrystalline Dan Monocrystalline20 Wp Berbasis Iot

EGI RISANDHY, . (2025) Pengaruh Suhu Lingkungan Terhadap Panel Surya Polycrystalline Dan Monocrystalline20 Wp Berbasis Iot. Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (986kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (74kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (556kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (256kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (925kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (130kB)
[img] Text
Jurnal Egi Risandhy - 201010150032 (2).pdf
Restricted to Registered users only

Download (560kB)

Abstract

Peningkatan populasi penduduk menyebabkan kebutuhan akan energi semakin meningkat, khususnya kebutuhan energi listrik. Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan pokok kita dalam kelangsungan kehidupan ini. Sehingga perlu adanya pengembangan yang berkelanjutan terhadap jenis-jenis sumber energi listrik terbarukan dan ramah lingkungan dengan melalui proses alam berkelanjutan seperti pemanfaatan Renewable Energy dari sinar matahari. Sel surya merupakan suatu sumber energi listrik yang memanfaatkan cahaya matahari sebagai sumber energi. Panel surya terdiri dari 2 jenis yaitu polycrystalline dan Monocrystaline. Dari kedua jenis panel surya ini memiliki perbedaan atau karakteristik. Sehingga perlu dilakukan penelitian untuk efisiensi dari kedua jenis panel surya. Untuk memudahkan dalam pemantauan maka diterapkan internet of things dimana memanfaatkan internet dengan platform blynk memanfaatkan mikrokontroller ESP32 dan sensor tegangan serta sensor arus. Dari pengujian suhu dimana diambil perbandingan antara suhu yang terbaca sensor MLX96014 dan thermometer yaitu error yang didapat antara 0,74 – 2 %. Sedangkan pengujian suhu dimana diambil perbandingan antara suhu yang terbaca sensor DHT-11 dan hygrometer yaitu error yang didapat antara 2 – 7 %. Dari hasil kalibrasi dengan menggunakan algoritma liniar didapar error yang lebih kecil dimana error 0 %. Berdasarkan pengujian panel surya tanpa beban didapat tegangan rata-rata 19,65 V untuk polycrystalline dan 19,19 V untuk monocrystalline. Dengan beban berturut-turut 5W, 10W dan 15 W untuk polycrystalline didapat tegangan rata-rata 8,26 V, 8,06 V, 7,72 V dan arus rata-rata 55,88 mA, 62,90 mA, 100,63 mA dan untuk monocrystalline didapat tegangan rata-rata 8,30 V, 8,09 V, 7,76 V dan arus rata-rata 60,77 mA, 65,03 mA, 110,88 mA. Hasil perhitungan efisiensi didapat data bahwa panel surya polycrystalline memiliki efisiensi 17 % berbanding 19% untuk monocrystalline pada beban lampu 5 Watt, 21% untuk polycrystalline dan 22% untuk monocrystalline pada beban lampu 10Watt dan efisiensi 23% untuk polycrystalline dan 25% untuk monocrystalline untuk beban 15 Watt.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: T Technology > TK Electrical engineering. Electronics Nuclear engineering
Depositing User: Jejen Juanda
Date Deposited: 07 Aug 2025 09:16
Last Modified: 07 Aug 2025 09:16
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/17218

Actions (login required)

View Item View Item