Restika Dwi Anjani, . (2025) Analisa Pengaruh Sudut Pahat Bubut Terhadap Temperatur Pemotongan Dan Kekasaran Permukaan Benda Kerja Pada Pembubutan Baja St-37. Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (523kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (235kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (571kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (201kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (459kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (124kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (624kB) |
Abstract
Industri manufaktur telah mendominasi kehidupan manusia dengan menjadi sumber penghasil kebutuhan manusia yang semakin berkembang setiap harinya. Inti dari industri manufaktur adalah proses produksi, di mana berbagai mesin dan alat digunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut. Salah satu mesin masih digunakan sampai saat ini yaitu mesin bubut, yang masih menjadi bagian tak terlepaskan dari proses pemesinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pahat mana yang menghasilkan lonjakan temperatur yang paling rendah dan menghasilkan permukaan benda yang lebih halus. Penelitian melibatkan 10 alat potong (pahat bubut HSS) dengan besarat sudut tatal yang variatif yaitu; 0°, 2°, 4°, 6°, 8°, 10°, 12°, 14°, 16° dan 18°, sedangkan nilai sudut potong dan sudut bebas seragam dengan nilai 80° dan 7°. Pahat HSS (High Speed Steel) dibentuk sesuai spesifikasi secara manual menggunakan mesin gerinda, material benda kerja adalah baja ST-37 berdiameter 25,4 mm dengan panjang 120 mm dan dibubut sepanjang 70 mm sampai benda kerja mencapai diameter 20 mm, temperatur pemotongan pada benda kerja dan pahat bubut diukur menggunakan thermogun industri pada awal dan akhir proses pembubutan. Kekasaran permukaan (Ra) benda kerja diuji pada 3 titik permukaan benda kerja menggunakan profilmeter/surftest SJ-301 Mitutoyo. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pahat dengan sudut tatal 14° menghasilkan rata-rata temperatur pemotongan paling rendah yaitu senilai (∑T°) = 7.4°C dan menghasilkan permukaan benda kerja dengan harga kekasaran paling tinggi yaitu N10 senilai (∑Rap) = 12,7 µm. Sedangkan pahat HSS dengan sudut tatal 16° menghasilkan peningkatan rata-rata temperatur pemotongan paling tinggi yaitu (∑T°) = 75,45°C dan menghasilkan permukaan benda kerja yang paling halus dengan nilai (∑Rap) = 3,09 µm dan harga kekasaran N7.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mesin bubut konvensional, Pahat bubut HSS, Temperatur pemotongan, Kekasaran permukaan |
| Subjects: | T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery |
| Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences |
| Depositing User: | Yeni Ratnasari |
| Date Deposited: | 10 Jul 2025 08:18 |
| Last Modified: | 10 Jul 2025 08:18 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/16861 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
