Perlindungan Hukum Pemegang Hak Atas Merek Dengan Reputasi Internasional Terhadap Peniruan Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek Dan Indikasi Geografis (Analisis Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Hki/Merek/2023/Pn Niaga Jkt.Pst)

ROSSABEL MELLYANA VADRA, . (2025) Perlindungan Hukum Pemegang Hak Atas Merek Dengan Reputasi Internasional Terhadap Peniruan Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek Dan Indikasi Geografis (Analisis Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-Hki/Merek/2023/Pn Niaga Jkt.Pst). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (923kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (236kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (187kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (38kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (198kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (29kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (227kB)

Abstract

Persaingan bisnis yang semakin ketat, ditambah dengan perkembangan teknologi informasi dan transaksi, mendorong pelaku usaha untuk terus berkembang agar tetap kompetitif. Hal ini memunculkan tantangan dala perlindungan merek, khususnya merek dengan reputasi internasional. Peniruan merek oleh pihak tidak bertanggung jawab berakibat merugikan pemilik dan menciptakan persaingan yang tidak sehat. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis memberikan dasar hukum untuk perlindungan merek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi pemegang hak merek dengan reputasi internasional menurut Undang�Undang No. 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Fokus utama dalam penelitian ini adalah pada Putusan Nomor 16/Pdt.Sus-HKI/Merek/2023/PN Niaga Jkt.Pst, yang melibatkan sengketa antara merek PUMA, perusahaan asal Jerman, dan Reno Mustopoh, produsen obat nyamuk asal Indonesia. K Kasus ini melibatkan pendaftaran merek PUMA oleh Reno pada 2009, yang dianggap oleh Penggugat sebagai peniruan merek terkenal dengan itikad buruk. Penggugat berargumen bahwa pendaftaran tersebut melanggar hak merek mereka yang sudah dikenal internasional, sementara Reno membela bahwa pendaftaran dilakukan sesuai prosedur yang sah di DJKI. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dan metode deskriptif analitis untuk menggambarkan aturan hukum yang berlaku serta menganalisis pertimbangan hakim dalam putusan tersebut. Selain itu, teori keadilan John Rawls diterapkan untuk mengevaluasi pertimbangan hukum yang digunakan oleh hakim telah mencerminkan prinsip-prinsip keadilan yang adil bagi kedua belah pihak. Hasil penelitian menunjukkan penerapan undang-undang ini tidak hanya melindungi hak eksklusif pemilik merek terkenal, tetapi juga memastikan kebebasan konsumen dalam membuat keputusan yang rasional, serta mengurangi ketimpangan sosial dan ekonomi di pasar.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Depositing User: Jejen Juanda
Date Deposited: 20 May 2025 05:47
Last Modified: 20 May 2025 05:47
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/16630

Actions (login required)

View Item View Item