Perlindungan Hukum Terhadap Pengguna Spaylater Apabila Terjadi Wanprestasi Dalam Transaksi Kredit Online Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (Studi Kasus Pt Shopee Indonesia)

MUHAMMAD AKBAR, . (2025) Perlindungan Hukum Terhadap Pengguna Spaylater Apabila Terjadi Wanprestasi Dalam Transaksi Kredit Online Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik (Studi Kasus Pt Shopee Indonesia). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (972kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (319kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (249kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (107kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (353kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (101kB)
[img] Text
FINAL JURNAL MUHAMMAD AKBAR.pdf
Restricted to Registered users only

Download (259kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wanprestasi yang dilakukan oleh penjual dalam transaksi kredit online di marketplace Shopee dan mengetahui keabsahan perjanjian dari kredit online serta perlindungan hukum pengguna Spaylater akibat wanprestasi yang dilakukan oleh penjual dalam perjanjian kredit online di marketplace Shopee. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1. Bagaimana keabsahan perjanjian layanan Spaylater dalam transaksi kredit online ditinjau dari undang-undang Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Teknologi Elektronik?, 2. Bagaimana bentuk perlindungan hukum bagi pengguna Spaylater apabila terjadi wanprestasi dalam transaksi kredit online ditinjau dari undang-undang Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Teknologi Elektronik?. Penelitian ini menggunakan metode penelitian metode empiris.Penelitian ini menggunakan teori perjanjian dan perlindungan konsumen. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kasus dan pendekatan perundang-undangan. Jenis dan sumber bahan hukum yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan bahan hukum sekunder. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi, observasi. Analisis data yang digunakan yakni analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penulisan hukum ini, dapat diketahui bahwa perjanjian elektronik pada SPaylater terbukti sah adanya dikarenakan telah memenuhi ketentuan syarat sah suatu perjanjian berdasarkan Pasal 1320 KUH Perdata dan telah sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor undang-undang Nomor 1 Tahun 2024 Tentang Perubahan Kedua Atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Teknologi Elektronik. Wanprestasi yang dilakukan oleh penjual dalam transaksi kredit online di marketplace shopee berupa tidak melakukan sesuatu yang seharusnya, melakukan sesuatu tapi tidak sebagaimana mestinya diperjanjikan, melaksanakan sesuatu tetapi terlambat. Perlindungan hukum pengguna Spaylater akibat wanprestasi yang dilakukan penjual telah diberikan pihak marketplace Shopee melalui klausa-klausa pada perjanjian kredit online atau syarat layanan yang mana telah sesuai dengan aturan dalam KUHPer, UUPK, ITE, PP PSTE, dan PPPMSE. Selain itu penjual yang terbukti melakukan pelanggaran akan diberikan poin penalti dan berakibat pada penurunan produk hingga pembatasan/pemblokiran akun.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Depositing User: Jejen Juanda
Date Deposited: 26 Apr 2025 07:21
Last Modified: 26 Apr 2025 07:21
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/16559

Actions (login required)

View Item View Item