Perlindungan Hukum Bagi Kreditur Dalam Hal Gagal Bayar Oleh Debiturnya Yang Berbasis Financialtechnology (Fintech) Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (Ojk) Nomor 77 /Pojk.01/2016 (Studi Kasus Pt Alfa Fintech Indonesia)

DWI OKTAVIANTI, . (2025) Perlindungan Hukum Bagi Kreditur Dalam Hal Gagal Bayar Oleh Debiturnya Yang Berbasis Financialtechnology (Fintech) Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (Ojk) Nomor 77 /Pojk.01/2016 (Studi Kasus Pt Alfa Fintech Indonesia). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (944kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (327kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (361kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (254kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (349kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (122kB)
[img] Text
JURNAL PERPUS DWI (1).pdf
Restricted to Registered users only

Download (232kB)

Abstract

Saat ini produk produk financial (keuangan) sudah mulai menerapkan sistem ekonomi digital. Salah satu produk financial yang umum digunakan oleh masyarakat salah satunya adalah pinjam meminjam uang. Teknologi keuangan atau biasa kita sebut Fintech adalah sebuah perusahaan yang bertujuan untuk menyediakan layanan keuangan dengan menggunakan perangkat lunak dan teknologi modern. Dalampenelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian empiris. Penelitian inidisebut sebagai penelitian empiris karena peneliti menganalisis berdasarkan wawancara terhadap narasumber sebagai objek penelitian. Berkaitan dengan Fintech, di Indonesia banyak menggunakanfintech jenis Peer to Peer lending yang memiliki berbagai macam Penyedia pinjaman fintech. Tujuan adanya Peer-to-Peer (P2P) lending ini yaitu untuk mempermudah pengguna layanan pinjaman dalam mengajukan pinjaman tanpa tatap muka, tetapi dalam pelaksanaanya Peer-to�Peer (P2P) lending juga memiliki resigo gagalbayar yang dilakukan oleh debitur, oleh karena itu hal ini menjadi sangat penting untuk dianalisis mengenai bentuk-bentuk wanprestasi apa yang dilakukan oleh debitur untuk mengetahui bagaimana perlindungan bagi perusahaan penyelenggara pinjaman dana secara online agar dapat menciptakan rasa aman dan memiliki kepastian hukum dalam menjalankan perusahaanya. Dalam perjanjian pinjaman secara online pada layanan Peer- to-Peer (P2P) Landing ada beberapa bentuk wanprestasi yang dilakukan oleh debitur yang masuk dalam kategori wanprestasi dan mengenai perlindungan hukum bagikreditur pada layanan Peer-to-Peer (P2P) lending dibagi menjadi preventif dan represif. Perlindungan hukum represif kreditur wajib mengevaluasi terkait data penerima pinjaman dan kemampuan peminjam dalam mengembalikan pinjaman sehingga tidak terjadi gagalbayar dan perlindungan secara represif terhadap resiko gagal bayar dapat diselesaikan melakui alternatifpenyelesaian sengketa maupun melalui pengadilan.

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: K Law > K Law (General)
Depositing User: Jejen Juanda
Date Deposited: 11 Apr 2025 12:39
Last Modified: 11 Apr 2025 12:39
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/16499

Actions (login required)

View Item View Item