Jeffry Aditia, . (2023) Interaksi Sosial Anak Berkebutuhan Khusus Di Lingkungan SLB B Sana Dharma Cilandak Jakarta Selatan. Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (1MB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (150kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (251kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (286kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (421kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (92kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (199kB) |
Abstract
Interaksi sosial merupakan jalinan antara dua pribadi atau lebih, sebagaimana yang dapat mempengaruhi, mengubah, memperbaiki perilaku individu.. Anak Berkebutuhan khusus adalah anak yang mempunyai karakteristik berbeda dengan anak pada umumnya tetapi tidak berarti perbedaan tersebut selalu mengarah kepada ketidak mampuan secara mental, emosi atau fisik. Tunarungu merupakan anak yang mengalami hambatan pendengaran, kekurangan dalam berbahasa ini membuat mereka tidak dapat berkomunikasi layak pada umumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana bentuk interaksi sosial Anak Berkebutuhan Khusus, interaksi antara guru, orangtua dan masyarakat, serta faktor pendukung dan penghambat yang di alami Anak Berkebutuhan Khusus (Tunarungu) dalam melakukan interaksi sosial di lingkungan SLB Sana Dharma Cilandak Jakarta Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus metode kualitatif dengan objek narasumber penelitian yang terdiri dari Guru kelas IX dan VII, Kepala Sekolah Luar Biasa, Orangtua kelas IX dan VII dan Masyarakat. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk interkasi sosial anak tunarungu mampu menjalin interaksi sosial dengan kerjasama, ajakan bermain dengan teman-temannya. Interaksi antara guru orangtua dan masyarakat menggunakan bahasa isyarat,penggunaan bahasa tubuh yang dilakukan sehari-hari. faktor pendukung interaksi sosial anak tunarungu yaitu menggunakan bahasa isyarat, penggunaan bahasa tubuh, penulisan tertulis, elektronik handphone, aplikasi google dan whatsapp. Faktor penghambat kurangnya pengetahuan tentang bahasa isyarat tidak semua guru, orangtua dan masyarakat tidak mampu berbahasa isyarat dengan benar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah anak berkebtuhan khusus tunarungu dapat berinteraksi dengan baik dilingkungannya serta hambatanya. Saran untuk sekolah, orangtua dan masyarakat untuk melakukan kolaborasi untuk membangun interaksi social bersama anak Berkebtuhan Khusus tunarungu. Kata Kunci : Interaksi Sosial, Anak Berkebutuhan Khusus. Tunarungu
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Interaksi Sosial, Anak Berkebutuhan Khusus. Tunarungu |
| Subjects: | L Education > L Education (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Education |
| Depositing User: | Yeni Ratnasari |
| Date Deposited: | 04 Dec 2024 03:06 |
| Last Modified: | 04 Dec 2024 03:06 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/15668 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
