Penerapan Tuntutan Hukuman Mati Pada Koruptor Dalam Konteks Peningkatan Indeks Persepsi Korupsi

Gandung Dwinanto, . (2024) Penerapan Tuntutan Hukuman Mati Pada Koruptor Dalam Konteks Peningkatan Indeks Persepsi Korupsi. Masters thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (947kB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (362kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (288kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (360kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (278kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (92kB)
[img] Text
JURNAL.pdf
Restricted to Registered users only

Download (340kB)

Abstract

Korupsi merupakan kejahatan serius yang merugikan negara dan masyarakat, dan Indonesia terus berjuang untuk meningkatkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan hukuman mati sebagai sanksi bagi koruptor dalam konteks peningkatan IPK di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah dalam upaya meningkatkan IPK dan efektivitas penegakan hukum terkait korupsi. Khususnya, penelitian ini mengkaji potensi hukuman mati dalam menciptakan efek jera bagi pelaku korupsi dan dampaknya terhadap peningkatan IPK. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris dengan pendekatan perundang-undangan. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui studi dokumen, wawancara dengan responden yang dipilih secara purposive sampling, dan analisis menggunakan model Miles dan Heberman. Kerangka teori yang digunakan meliputi teori negara hukum dari Plato dan teori efektivitas hukum menurut Hans Kelsen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tuntutan hukuman mati bagi pelaku korupsi di Indonesia merupakan langkah penting dalam penegakan hukum yang efektif. Hal ini sesuai dengan regulasi yang ada dan diharapkan dapat mencegah tindakan koruptif dengan menciptakan efek jera. Dalam penegakan hukum, tujuan pemidanaan adalah menciptakan efek prevensi terhadap kejahatan, bukan hanya memberikan hukuman semata. Konsistensi dalam penerapan tuntutan hukuman mati perlu ditekankan agar hukum dapat berfungsi secara efektif dalam mengatur ketertiban masyarakat. Penerapan tuntutan hukuman mati juga dapat berpotensi meningkatkan IPK Indonesia dengan memperkuat kepercayaan publik terhadap upaya pemberantasan korupsi. Namun, upaya ini harus disertai dengan perubahan budaya masyarakat terkait suap dan peran aktif mereka dalam pengawasan serta pelaporan tindakan mencurigakan. Dengan demikian, penegakan hukum dapat menciptakan efek jera bagi koruptor, memperkuat kepercayaan publik, dan memperkuat komitmen bersama dalam memberantas korupsi di Indonesia.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Penerapan Tuntutan, Hukuman Mati, Korupsi
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Sri Lestari
Date Deposited: 12 Nov 2024 10:37
Last Modified: 12 Nov 2024 10:37
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/14720

Actions (login required)

View Item View Item