Julius Christian Tanuwijaya, . (2024) Wanprestasi Dalam Perjanjian Utang Piutang Dengan Tidak Terlaksananya Pembagian Keuntungan Sesuai Yang Diperjanjikan Berdasarkan Pasal 1338 KUHPerdata (Analisis Putusan Nomor 136/PDT/2023/PT BTN). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (953kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (150kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (187kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (51kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (156kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (48kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (238kB) |
Abstract
Dalam Kehidupan, kita sebagai manusia pasti memiliki suatu hubungan sosial antara manusia yang satu dengan manusia lainnya dan itu merupakan hal yang tidak bisa dihindari dan sudah kodratnya sebagai manusia untuk hidup sebagai makhluk social yang membutuhkan bantuan dari manusia lain. Untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia harus berusaha dengan cara bekerja. Bekerja ini bisa dilakukan sendiri-sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain, misalnya berwiraswasta. Untuk memulai suatu usaha atau menjadi wiraswasta salah satu hal terpenting untuk dimiliki adalah berupa modal, dan modal tersebut biasanya berupa uang. Untuk mendapatkan modal tersebut bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan cara meminjam kepada pihak lain. Dari kegiatan pinjam-meminjam ini melahirkan suatu hubungan pinjam-meminjam yang diawali dengan pembuatan kesepakatan antara peminjam (debitur) dan yang meminjamkan (kreditur) yang dituangkan dalam bentuk perjanjian, Bagaimana pengaturan hukum positif terhadap wanprestasi dalam hal tidak terlaksananya pembagian keuntungan sesuai dengan yang diperjanjikan? Bagaimana akibat hukum yang didasarkan pada Pasal 1338 KUHPerdata berkaitan dengan itikad baik para pihak terhadap wanprestasi perjanjian pembagian keuntungan dalam putusan Nomor 136/PDT/2023/PT BTN. Wanprestasi adalah keadaan dimana salah satu pihak dalam perjanjian lalai memenuhi prestasinya sehingga terdapat pihak lain yang dirugikan dari adanya keadaan lalai tersebut, mengenai wanprestasi sudah diatur dalam pasal 1238 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Adapun dasar untuk menyatakan seseorang atau salah satu pihak melakukan wanprestasi adalah dengan adanya perjanjian yang telah disepakati dan perjanjian tersebut harus memenuhi syarat sahnya suatu perjanjian sebagaimana telah diatur dalam Pasal 1320 Kitab Undang- Undang Hukum Perdata (KUHPerdata). Faktor penyebab wanprestasi terdiri dari 4 (Empat), yaitu (1) tidak melakukan apa yang diperjanjikan; (2) melaksanakan yang diperjanjikannya tetapi tidak sesuai yang diperjanjikan; (3) melakukan apa yang diperjanjikan tetapi terlambat; (4) melakukan sesuatu yang menurut perjanjian dilarang. Akibat hukum yang dapat ditimbulkan dari adanya wanprestasi sudah diatur dalam Undang-Undang yang berlaku di Indonesia yaitu berdasarkan Pasal 1243, 1244, dan 1246 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dimana dalam pasal- pasal tersebut menyatakan bahwa pihak yang melakukan wanprestasi wajib melakukan ganti rugi, bunga dan biaya. Kata kunci: Wanprestasi, KUHPerdata, Utang Piutang.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Wanprestasi, KUHPerdata, Utang Piutang |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Agus Sugiarto |
| Date Deposited: | 05 Oct 2024 02:32 |
| Last Modified: | 05 Oct 2024 02:32 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/14313 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
