Perlindungan Hukum Terhadap Anak Yang Menjadi Korban Stigmatisasi Dari Pelabelan Terkait Dengan Kondisi Orang Tua Ditinjau Berdasarkan Pasal 59 Ayat 2 Huruf (O) Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak (Studi Pada Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tangerang Selatan)

Ernita, . (2024) Perlindungan Hukum Terhadap Anak Yang Menjadi Korban Stigmatisasi Dari Pelabelan Terkait Dengan Kondisi Orang Tua Ditinjau Berdasarkan Pasal 59 Ayat 2 Huruf (O) Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak (Studi Pada Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tangerang Selatan). Other thesis, Universitas Pamulang.

[img] Text
COVER.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Registered users only

Download (305kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Registered users only

Download (322kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Registered users only

Download (200kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Registered users only

Download (345kB)
[img] Text
BAB V.pdf
Restricted to Registered users only

Download (67kB)
[img] Text
JURNAL SKRIPSI Ernita..pdf
Restricted to Registered users only

Download (447kB)

Abstract

Stigma sosial diberikan kepada orang yang dianggap buruk, negatif dan ternoda, misalnya anak dari orang tua narapidana. Di lingkungan sekolah stigma ini sering kali dialami oleh keluarga narapidana itu sendiri. Anak yang menjadi korban stigmatisasi terkait dengan tua berdampak psikologisnya akibat dari pemberian stigma tersebut, yaitu depresi, ketakutan, kecemasan. Dampak stigma ini dapat mempengaruhi kehidupan anak korban stigma tersebut. Dampak psikologis ini yang paling umum terjadi akibat adanya stigmatisasi ini, dampak lainnya yaitu munculnya perilaku menyimpang sesuai dengan cap atau stigma yang diberikan lingkungan terhadap anak korban tersebut, dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 pasal 59 ayat 2 huruf o anak yang menjadi korban stigmatisasi dari pelabelan terkait dengan kondisi orang tua harus di lindungi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran UPTD PPA Kota Tangerang Selatan dalam memberikan perlindungan hukum terhadap anak yang menjadi korban stigmatisasi dan untuk mengetahui hambatan-hambatan UPTD PPA Kota Tangerang Selatan dalam memberikan perlindungan hokum terhadap anak yang menjadi korban stigmatisasi dari pelabelan terkait dengan kondisi orang tua. Metode penelitian ini menggunakan metode normatif-empiris dengan Teknik pengumpulan data melalui wawancara, dan dokumentasi. Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak yang menjadi korban stigmatisasi terkait dengan kondisi orang tua di Dinas UPTD PPA Kota Tangerang Selatan terdiri dari bantuan hukum, bantuan psikologi. Adapun hambatan dalam pemberian layanan sosial budaya masyarakat yang kurang paham bagaimana untuk melapor. Sebagai tanggapan penelitian ini juga menyajikan beberapa Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Dinas UPTD PPA Kota Tangerang Selatan secara umum memberikan tiga pelayanan yaitu pelayanan medis, pelayanan psikologis dan pelayanan hukum. Hambatan dari pelayanan perlindungan hukum terhadap anak sangat beragam seperti fasilitas yang kurangmemadai, dan belum sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), serta kurangnya anggaran dari pemerintah Kota Tangerang Selatan. Adapaun saran untuk perlindungan hukum yang pertama pemerintah harus lebih memperhatikan Dinas UPTD PPA Kota Tangerang Selatan, UPTD PPA Kota Tangerang Selatan harus lebih banyak melakukan sosialissi agar masyarakat mengerti bagaimana cara melapor dan tahu kemana harus melapor ke pihak yang berwajib. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Stigmatisasi, Anak.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Perlindungan Hukum, Stigmatisasi, Anak
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law
Depositing User: Agus Sugiarto
Date Deposited: 05 Oct 2024 02:28
Last Modified: 05 Oct 2024 02:28
URI: http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/14312

Actions (login required)

View Item View Item