Fira Audrina, . (2024) Perlindungan Hukum Bagi Anak Sebagai Penyalahguna Narkotika Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (Analisis Putusan Nomor 5/Pid.Sus-Anak/2022/PN Ptk). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER_0.pdf Restricted to Registered users only Download (737kB) |
|
|
Text
BAB_1.pdf Restricted to Registered users only Download (163kB) |
|
|
Text
BAB_2.pdf Restricted to Registered users only Download (211kB) |
|
|
Text
BAB_3.pdf Restricted to Registered users only Download (111kB) |
|
|
Text
BAB_4.pdf Restricted to Registered users only Download (199kB) |
|
|
Text
BAB_5.pdf Restricted to Registered users only Download (11kB) |
|
|
Text
Jurnal Fira Audrina_191010200795.pdf Restricted to Registered users only Download (279kB) |
Abstract
Anak sebagai pelaku tindak pidana dapat disebut juga sebagai anak yang berkonflik dengan hukum. Begitu pula dengan anak sebagai pelaku penyalahguna narkotika. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak mewajibkan pada setiap perkara tindak pidana oleh anak untuk menggunakan pendekatan keadilan restoratif melalui upaya diversi. Adanya undang-undang tersebut juga sebagai penerapan dari asas Lex Specialis Derogate Legi Generali. Diversi bertujuan agar menghindari anak dari dampak negatif yang akan didapatkan apabila anak diadili dengan sanksi pidana serta melindungi hak-hak anak sebagai penerus bangsa. Permasalahan dalam skripsi ini adalah bagaimana bentuk perlindungan hukum bagi anak sebagai pelaku penyalahguna narkotika berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak dan bagaimana bentuk pertimbangan hakim pada putusan nomor 5/Pid.Sus-Anak/2022/PN.Ptk apabila ditinjau dari Undang- Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif yang bersifat kualitatif dengan meneliti teori-teori, konsep-konsep, asas-asas hukum hingga peraturan perundang- undangan melalui bahan-bahan kepustakaan seperti buku, jurnal, perundang- undangan, dan lain sebagainya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika merujuk pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, para penegak hukum yang terlibat dalam hal ini yaitu penyidik, penuntut dan hakim wajib mengupayakan diversi terhadap perkara anak yang ancaman pidananya dibawah 7 tahun dan bukan merupakan pengulangan tindak pidana. Sehingga dalam perkara anak yang menyalahgunakan narkotika dapat dilakukan diversi dan menjalani rehabilitasi sebagai bentuk dari hasil kesepakatan diversi yang relevan terhadap perkara tersebut. Dengan demikian, putusan nomor 5/Pid.Sus-Anak/2022/PN.Ptk dirasa belum bisa memberikan perlindungan secara hukum terhadap anak tersebut karena tidak adanya kepastian hukum dari aturan yang berlaku.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Perlindungan Hukum, Anak, Narkotika, Diversi |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | santi nurmalasari |
| Date Deposited: | 22 Jul 2024 07:05 |
| Last Modified: | 22 Jul 2024 07:05 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/13803 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
