Clara Rexy Andalas Pramudia, . (2023) Perlindungan Hukum Terhadap Kreditur Atas Tindakan Wanprestasi Debitur Dalam Pelaksanaan Perjanjian Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 1999 Tentang Jaminan Fidusia (Analisis Putusan Nomor 99/Pdt.Sus-Bpsk/2021/Pn Pdg). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER.pdf Restricted to Registered users only Download (925kB) |
|
|
Text
BAB I.pdf Restricted to Registered users only Download (200kB) |
|
|
Text
BAB II.pdf Restricted to Registered users only Download (332kB) |
|
|
Text
BAB III.pdf Restricted to Registered users only Download (72kB) |
|
|
Text
BAB IV.pdf Restricted to Registered users only Download (188kB) |
|
|
Text
BAB V.pdf Restricted to Registered users only Download (42kB) |
|
|
Text
JURNAL.pdf Restricted to Registered users only Download (274kB) |
Abstract
Kebutuhan manusia di era modern dan hubungan hukum melalui perjanjian. Salah satu contoh perjanjian yang umum adalah perjanjian pembiayaan konsumen. Jika debitur tidak memenuhi kewajibannya, hal tersebut disebut wanprestasi. Dalam perjanjian pembiayaan konsumen, terdapat pengenaan jaminan seperti jaminan utama, agunan pokok, dan jaminan tambahan. Jaminan fidusia juga digunakan dalam pembiayaan konsumen. Penulis mengusulkan penggunaan lelang sebagai solusi penyelesaian sengketa dalam jaminan fidusia. Dalam penyelesaian sengketa dalam jaminan fidusia, penulis menyebutkan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi No. 18/PUU-XVII/2019 mempengaruhi pelaksanaan lelang dalam jaminan fidusia. Putusan tersebut menyatakan bahwa lelang dalam jaminan fidusia harus didasarkan pada kesepakatan kedua belah pihak atau melalui proses hukum jika terjadi wanprestasi. Pemerintah juga telah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan No. 213/PMK.06/2020 yang mengatur persyaratan permohonan lelang eksekusi fidusia. Penulis mengusulkan penggunaan lelang sebagai solusi penyelesaian sengketa dalam jaminan fidusia. Perlindungan hukum terhadap kreditur dalam jaminan fidusia mencakup lembaga pendaftaran, larangan pengambilan kembali benda fidusia, ketentuan transfer, gadai, atau sewa, kewajiban pemberi fidusia untuk menyerahkan benda jaminan, dan sanksi pidana. Namun, penulis mengkritik kurangnya perlindungan hukum bagi kreditur dalam putusan pengadilan. Perlindungan hukum preventif dan represif penting dalam jaminan fidusia untuk memastikan keadilan dan kepastian hukum bagi semua pihak yang terlibat. Kata Kunci: wanprestasi; fidusia; perjanjian.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | wanprestasi; fidusia; perjanjian. |
| Subjects: | K Law > KZ Law of Nations |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Yeni Ratnasari |
| Date Deposited: | 25 Jun 2024 03:54 |
| Last Modified: | 25 Jun 2024 03:54 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/13007 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
