Mintaria Hia, . (2023) Ultra Petita Putusan Hakim yang Memutus Gugatan Perbuatan Melawan Hukum Proses Peralihan Jual Beli Tanah Sebagai Perbuatan Wanprestasi Dalam Pespektif Kepastian Hukum (Analisis Putusan Pengadilan Nomor 6/Pdt.G/2022/PN Rta). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER_0.pdf Restricted to Registered users only Download (837kB) |
|
|
Text
BAB_1.pdf Restricted to Registered users only Download (107kB) |
|
|
Text
BAB_2.pdf Restricted to Registered users only Download (199kB) |
|
|
Text
BAB_3.pdf Restricted to Registered users only Download (21kB) |
|
|
Text
BAB_4.pdf Restricted to Registered users only Download (183kB) |
|
|
Text
BAB_5.pdf Restricted to Registered users only Download (7kB) |
|
|
Text
JURNAL PENA HUKUM_MINTARI HIA.pdf Restricted to Registered users only Download (281kB) |
Abstract
Kepastian hukum dalam putusan hakim memberikan jaminan atas hak-hak para pihak di pengadilan. Dalam memutus perkara hakim tidak boleh memutus melebihi dari apa yang dituntut oleh Penggugat atau putusannya mengandung ultra petita. Perbuatan melawan hukum pada pokoknya berbeda dengan wanprestasi. Tiap perbuatan melawan hukum yang membawa kerugian kepada orang lain, mewajibkan orang karena salahnya menerbitkan kerugian itu, mengganti kerugian tersebut. Sedangkan si berutang adalah lalai, apabila ia dengan surat perintah atau dengan sebuah akta sejenis itu telah dinyatakan lalai, atau demi perikatannya sendiri, ialah jika ini menetapkan, bahwa yang berutang akan harus dianggap lalai dengan lewatnya waktu yang ditentukan. Permasalahan yang hendak penulis kemukakan adalah bagaimana kepastian hukum penerapan ultra petita dalam Putusan Nomor 6/Pdt.G/2022/PN Rta, dan bagaimana kepastian hukum putusan atas perkara perbuatan melawan hukum yang diputus sebagai perkara wanprestasi dalam Putusan Nomor 6/Pdt.G/2022/PN Rta. Menjawab pertanyaan penelitian tersebut dalam hal ini penulis menggunakan metode penelitian hukum normatif, Irwansyah menjelaskan bahwa Penelitian Hukum Normatif memiliki kecenderungan dalam mencitrakan hukum sebagai disiplin preskriptif, hanya melihat hukum dari sudut pandang norma-norma saja, yang tentunya bersifat preskriptif. Penerapan ultra petita pada Putusan Nomor 6/Pdt.G/2022/PN Rta tidak mengandung kepastian hukum. Dalam hal ini putusan tersebut mengandung ultra petita hal mana dalam gugatannya, penggugat memohon kepada mejelis hakim untuk menyatakan para tergugat melakukan perbuatan melawan hukum (Onrechtmatige daad) kepada Penggugat. Namun pada amar putusan hakim ke-4 menyatakan tergugat terbukti melakukan wanprestasi. Gugatan penggugat sesungguhnya tidak jelas (obscuur libel) karena penggugat tidak mampu menjelaskan dasar hubungan hukum serta dasar fakta atau peristiwa yang menjadi dasar gugatan. Perbuatan tergugat merupakan wanprestasi karena berkaitan dengan tidak sempurnanya prestasi tergugat dalam menyerahkan dokumen lengkap tanah yang dapat digunakan untuk melakukan proses balik nama hak atas tanah yang semula dimiliki oleh tergugat menjadi atas nama penggugat. Oleh karena itu Putusan Nomor 6/Pdt.G/2022/PN Rta yang mengabulkan gugatan perbuatan melawan hukum sebagai perbuatan wanprestasi tidak mengandung kepastian hukum.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ultra Petita, Putusan Hakim, Perbuatan Melawan Hukum, Wanprestasi. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Agus Sugiarto |
| Date Deposited: | 22 Mar 2024 03:18 |
| Last Modified: | 22 Mar 2024 03:18 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/12208 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
