Aldi Septian Jamal, . (2023) Perlindungan Hukum Terhadap Pendaftar Pertama yang Memiliki Unsur Persamaan Pada Pokoknya Berdasarkan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek (Analisis Putusan Nomor : 8 PK/Pdt.Sus-HKI/2022). Other thesis, Universitas Pamulang.
|
Text
COVER_0.pdf Restricted to Registered users only Download (849kB) |
|
|
Text
BAB_1.pdf Restricted to Registered users only Download (148kB) |
|
|
Text
BAB_2.pdf Restricted to Registered users only Download (179kB) |
|
|
Text
BAB_3.pdf Restricted to Registered users only Download (48kB) |
|
|
Text
BAB_4.pdf Restricted to Registered users only Download (148kB) |
|
|
Text
BAB_5.pdf Restricted to Registered users only Download (46kB) |
|
|
Text
JURNAL - ALDI SEPTIAN JAMAL.pdf Restricted to Registered users only Download (163kB) |
Abstract
Merek merupakan salah satu elemen kunci dalam dunia bisnis dan pemasaran. Merek tidak hanya berfungsi sebagai identitas produk, tetapi juga sebagai tanda pengenal yang membawa citra dan persepsi tertentu kepada konsumen atau pemakai. Keberhasilan sebuah merek dapat menciptakan gengsi yang signifikan di mata konsumen, sehingga mereka cenderung lebih memilih produk dengan merek yang terkenal dan dihormati. Namun, dengan meningkatnya popularitas sebuah merek, muncul pula potensi yang tidak diinginkan, yaitu pemboncengan atau peniruan merek tersebut oleh pihak lain. Di Indonesia, perlindungan terhadap merek diatur secara ketat oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis. Hukum merek menjadi bagian integral dari Hukum Kekayaan Intelektual (HKI) yang bertujuan melindungi pemilik merek dari praktik-praktik yang dapat merugikan bisnis mereka. Penelitian ini difokuskan pada permasalahan utama terkait persamaan antara merek yang dimiliki oleh HAKUBAKU CO. LTD. dan PT. Tona Morawa Prima, dua perusahaan yang memiliki merek dengan nama yang sama, yaitu "Hakubaku". Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki dan menganalisis putusan yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung terkait kasus ini. Penelitian ini juga bertujuan untuk membahas bagaimana perlindungan hukum diberikan kepada merek yang pertama kali terdaftar sesuai dengan kelas pendaftaran merek di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan kasus (case approach) dengan analisis deskriptif. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mengkaji secara mendalam undang-undang yang relevan serta menganalisis kasus konkret yang terkait dengan perselisihan merek. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa permohonan peninjauan kembali yang diajukan oleh pemilik merek terkenal HAKUBAKU CO. LTD. telah dikabulkan, dan putusan Mahkamah Agung Nomor 790 K/Pdt.Sus-HKI/2020 telah dibatalkan. Namun, penulis mengungkapkan ketidaksetujuan terhadap putusan tersebut karena masih ada pasal-pasal tertentu dalam undang-undang yang dapat menjadi dasar bagi penulis untuk mengajukan bantahan lebih lanjut terhadap putusan ini. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami kompleksitas masalah merek dan perlindungan hukum di Indonesia, khususnya dalam konteks perselisihan merek yang melibatkan merek yang sama atau serupa. Selain itu, penelitian ini juga memberikan pandangan kritis terhadap putusan Mahkamah Agung, yang dapat menjadi dasar untuk pengembangan pemikiran dan argumen lebih lanjut dalam isu-isu sejenis.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Sengketa Merek, Merek, Merek Terkenal |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Law |
| Depositing User: | Agus Sugiarto |
| Date Deposited: | 22 Mar 2024 03:10 |
| Last Modified: | 22 Mar 2024 03:10 |
| URI: | http://repository.unpam.ac.id/id/eprint/12207 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
